Imam Adz Dzahabi dalam biografinya Abu Bakar An Nabulisi berkata, ‘Abu Dzar Al Hafidz berkata, “Bani Ubaidiyah memenjarakan Abu Bakar An Nabulisi dan menyalibnya karena mempertahankan (berpendirian pada) As Sunnah. Aku mendengar Daruquthni membacakan dirinya sambil menangis, “Ketika dirinya dikuliti, dia sempat membacakan firman Allah Ta’ala:
كَانَ ذَلِـكَ فِى الْكَـتَـابِ مَسْـطُوْرًا.
Yang demikian itu telah tertulis dalam Kitab (lauhul Mahfudh). Qs. Al Israa’ 58”.
Abul Faraj Ibnul Jauzi berkata, “Suatu ketika, Jauhar –komandan perang bawahannya Abu Tamim, pemimpin Mesir- berhasil menemui Abu Bakar An Nabulisi yang sedang mendatangi gubuk-gubuk (orang-orang miskin).
Lalu Jauhari berkata kepadanya, “Telah sampai berita kepada kami bahwa engkau berkata, ‘Jika seseorang memiliki sepuluh anak panah, maka dia harus melepaskannya kepada orang-orang Romawi satu anak panah dan kepada kami sembilan anak panah’.
Abu Bakar An Nabulisi berkata, “Aku tidak mengatakan demikian. Bahkan yang kukatakan adalah, jika seseorang mempunyai sepuluh anak panah, maka dia haus melepaskan sembilan anak panah kepada kalian, dan yang kesepuluh juga kepada kalian. Karena kalian telah merubah agama, membunuh orang-orang shalih, dan mengaku memiliki cahaya ketuhanan”.
Kemudian Jauhari mengarak dan memukulnya, lalu memerintahkan seorang Yahudi untuk mengulitinya’. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 16/148, 149.

Ini adalah jihad yang paling agung di mata Islam. Yakni mengucapkan kebenaran dihadapan penguasa. Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam:
أَفْـضَلُ الْجِـهَـادِ كَـلِـمَةُ عَـدْلٍ عِـنْدَ سُـلْطَـانٍ جَائِـرٍ.
“Sebaik-baiknya jihad adalah mengatakan kebenaran kepada penguasa yang durhaka”. Diriwayatkan Abu Daud.
Kenapa demikian?
Sebab berkata benar (Al Haq) dihadapan penguasa itu sangat sulit. Baik sulit untuk bertemu –karena proses protokoler yang panjang dan njlimet-, ataupun karena (terkadang) penguasa memiliki orang-orang alim yang bisa dibeli. Sehingga ketika dia berkata atau melakukan sesuatu, maka orang-orang yang seperti inilah yang akan membelanya.
Selain itu ada juga penguasa yang memiliki sikap anti kritik. Sehingga siapa saja yang berani mengkritisinya maka akan dianggapnya sebagai orang atau kelompok yang ingin merongrong kekuasaannya.
Padahal, sebagai manusia tentu tidak luput dari sifat salah dan lupa. Nah seharusnya pada saat itulah orang yang mengetahui jika sang penguasa salah atau khilaf maka harus ada yang berani meluruskannya. Bukankah Allah juga telah mengatakan bahwa salah satu siri orang beriman adalah yang selalu melakukan tawaashau bil haqi wa tawaashau bish shabri (saling ingat mengingatkan pada kebenaran dan saling ingat mengingatkan dengan penuh kesabaran)?
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
