Salaf dan Jihad Bag.19

Diriwayatkan Muhammad bin Imran, dari Hatim bin Al Asham, dia berkata, ‘Kami pernah bersama Syaqiq untuk menghadapi orang-orang Turki pada hari yang ketika itu tidak terlihat selain kepala-kepala berjatuhan, pedang-pedang menebas dan tombak-tombak patah.

Kemudian Hatim bin Al Asham berkata kepadaku, “Bagaimana engkau melihat dirimu. Apakah dia seperti malam pengantinmu?”.

Aku jawab, “Tidak, demi Allah”.

Hatim bin Al Asham berkata lagi, “Tetapi aku melihatnya seperti itu”.

Kemudian dia tidur di antara dua barisan di atas perisai kulitnya sampai mendengkur, lalu orang-orang Turki menangkapku dan menidurkanku untuk menyembelihku. 

perang Yamamah

(Ternyata Hatim bin Al Asham terbangun) saat dia mencari pisau yang ada di sepatunya, tiba-tiba datang anak panah yang tidak ketahuan siapa yang memanah lalu membunuhnya’. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 9/314.

Subhaanallah! Inilah contoh ksatria dari salafush shalih. Ketika dalam peperangan ternyata kondisinya kaum muslimin terdesak dan sudah banyak korban dari pihak kaum muslimin, hal itu tidak menyurutkan mental juangnya untuk menegakkan agama Islam. Bahkan sebaliknya, mereka justru semakin semangat untuk meraih sesuatu yang memang sudah dijanjikan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, syahid di jalan Allah Ta’ala.

Dalam hadits disebutkan, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

لِلشَّـهِيْـدِ عِـنْدَ اللهِ ستُّ خِصَالٍ يُـغْـفَـرُلَـهُ فِى أَوَّلِ دَفْـعَةٍ وِيُـرَى مَقْـعَدَهُ مِنَ الْجَـنَّـةِ وَيُـجَـارُ مِنْ عَـدَابِ الْقَـبْـرِ وَيَـأْمَنُ مِنَ الْفَـزَعِ الْأَكْـبَـرِ وَيُـضَعُ عَـلَى رَأْسِـهِ تَـاجُ الْوَقَـرِ الْيَـاقُـوْتَـةُ مِنْهَـا خَيْـرٌ مِنَ الدُّنْـيـا وَمَا فِـيْـهَـا وَيُـزَوَّجُ اثْـنَـتَـيْنِ وَسَـبْـعِيْـنَ زَوْجَـةً مِنَ الْحُوْرِ الْعِـيْنَ وَيُـشَـفَّـعُ فِو سَـبْـعِيْـنَ مِنْ أَقَـارِبِـهِ.

“Orang yang mati syahid di sisi Allah mempunyai enam keutamaan; dosanya diampuni sejak awal kematiannya, diperlihatkan tempat duduknya di surga, dijaga dari siksa kubur, diberi keamanan dari ketakutan yang besar di saat dibangkitkan dari kubur, kepalanya diberi mahkota kemuliaan yang satu permata darinya lebih baik daripada dunia dan seisinya, dinikahkan dengan tujuh puluh dua bidadari dan diberi hak untuk memberi syafaat kepada tujuh puluh orang dari keluarganya”. Diriwayatkan Tirmidzi dan Ibnu Majah.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button