Salaf dan Jihad Bag.18

وَأَعِـدُّوْا لَهُـمْ مَّا اسـتَـطَعْـتُـم مِّن قُـوَّةٍ وَمِن رِّبَـاطِ الْخَيْـلِ تُـرْهِـبُوْنَ بِـهِ عَـدُوَّ اللهِ وَ عَـدُوَّكُـمْ وَ ءَاخَـرِيْـنَ مِن دُوْنِـهِـمْ لَا تَـعْـلَـمُوْنَهُـمُ اللهُ يَـعْـلَـمُـهُـمْ، وَمَا تُـنْـفِـقُوْا مِ، شَيْءٍ فِى سَبِـيْلِ اللهِ يُـوَفَّ إِلَيْـكُـمْ وَأَنْـتُـمْ لَا تُـظْـلَمُـوْنَ.

Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). Qs. Al Anfaal 60.

Ternyata firman Allah Ta’ala dalam surat Al Anfaal 60 di atas bukan sekedar sebagai bentuk gertakan ataupun provokasi, melainkan sebuah kebutuhan. Sebab keumumannya dari orang-orang kafir itu apabila mereka sudah merasa mampu untuk menumpas kaum muslimin maka mereka akan melakukannya. Tetapi bila mereka merasa tidak mampu maka mereka akan mengajukan perjanjian damai. 

Maka tidak heran jika Haiwah (seorang ulama pada masanya) meminta kepada gubernur Mesir agar tidak melucuti senjata-senjata mereka. Sebagaimana yang terdapat pada riwayat di bawah ini;

perdamaian dalam islam

Haiwah berkata kepada sebagian wakil gubernur Mesir, “Wahai para wakil gubernur! Janganlah kalian bersihkan negeri kami dari senjata. Kami berada di antara orang-orang Qibthi yang kami tidak ketahui kapan mereka mengingkari janji, dan di antara orang-orang Habasyah yang kami tidak mengetahui kapan mereka menyerang kami, serta di antara orang-orang Romawi yang kami tidak tahu kapan mereka akan menjajah wilayah kami. Demikian pula di antara orang-orang Barbar yang kami tidak mengetahui kapan mereka memberontak”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 6/405.

Namun begitu Islam juga mengajarkan untuk menerima tawaran perjanjian damai jika memang mereka menginginkannya.

Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Qs. Al Anfaal 61.

Meski begitu kaum muslimin tetap harus waspada terhadap mereka. Siapa tahu nanti mereka akan berkhianat dalam perjanjiannya.

Dan jika mereka bermaksud hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mukminin. Qs. Al Anfaal 62. 

Jadi, yang dimaksud dengan memperkuat dengan pertolongan-Nya adalah ya dengan tetap memegang senjata. Agar ketika mereka secara mendadak menyerang maka kaum muslimin sudah siap untuk menghalaunya.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button