Lanjutan tentang biografi Watsilah bin Asqa’ radliyallahu ‘anhu;
Suatu ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mempersiapkan untuk suatu peperangan ke Tabuk, maka keluarlah Watsilah bin Asqa’ radliyallahu ‘anhu keluar menemui keluarganya dan menemui ayahnya, Asqa’.
Saat melihat keadaan Watsilah, ayahnya bertanya, “Apakah engkau benar-benar telah masuk Islam?”.
“Iya”, jawab Watsilah bin Asqa’ singkat.
Kemudian ayahnya mencela dan mencaci makinya.
Watsilah bin Asqa’ radliyallahu ‘anhu berkata, “Tidak patut bagimu mendahului dalam suatu urusan”.

Ternyata saudari Watsilah bin Asqa’ radliyallahu ‘anhu mendengar ucapannya, kemudian keluar menemui Watsilah dan mengucapkan salam kepadanya dengan salam Islam.
Watsilah bertanya kepada saudarinya, “Dari mana kamu mendapatkan salam ini wahai saudariku?”.
Saudarinya menjawab, “Aku mendengar ucapanmu dan ucapan pamanmu, sehingga akupun masuk Islam”.
Lalu Watsilah berkata, “Siapkanlah untukku perlengkapan perang. Karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sedang berkmas-kemas untuk berangkat perang”.
Lalu saudarinya mempersiapkannya, kemudian Watsilah menyusul Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam yang sudah berangkat menuju Tabuk. Ketika itu masih ada segolongan orang yang masih berkemas-kemas.
Kemudian Watsilah berseru di pasar Bani Qainuqa’, “Siapa yang mau membawaku, amak dia akan memperoleh bagian dariku?”.
Watsilah menambahkan, “Aku adalah orang yang tidak memiliki hewan tunggangan”.
Lalu Ka’ab bin Ujrah memanggil (Watsilah) dan berkata, “Aku akan membawaku secara bergiliran malam dan siang. Tanganmu akan kutuntun dan bagianmu untukku”.
Watsilah menjawab, “Ya”.
Lalu Watsilah berdoa, “Semoga Allah memberinya pahala kebaikan sebab telah membawaku (berperang bersama Rasulullah) dan membekaliku dan makan bersamanya dan bahkan dia yang membawakan makanan bagiku”.
Ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mengutus Khalid bin Walid kepada Ukaidar bin Abdul Malik di Daumatul Jandal, maka Ka’ab keluar dalam pasukan Khalid dan aku kelaur bersamanya sehingga kami mendapatkan harta fa’i yang banyak. Kemudian Khalid bin Walid membaginya di antara kami. Aku memperoleh enam kuda muda. Aku datang menggiringnya ke kemah Ka’ab bin Ujrah radliyallahu ‘anhu, lalu aku katakan, “Keluarlah. Semoga Allah merahmatimu. Lihatlah unta-untamu, ambillah”.
Maka Ka’ab keluar sambil tersenyum dan berkata, “Semoga Allah memberikan berkah kepadamu. Ketika aku membawamu, aku tidak ingin mengambil sesuatupun darimu”. Terdapat pada kitab Shifatush Shafwah 1/674-676.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
