Salaf dan Fitnah Wanita Bag.9a

Berikut ini adalah kisah nyata dari seorang shalih, Ubaid bin Umair, atau yang sering disebut juga Abu Ubaid bin Mas’ud Ats Tsaqafi. Seorang yang shalih yang faham akan fitnah dunia beserta akibatnya.

Di sana disebutkan bahwa Abu Faraj dan teman-temannya telah menceritakan bahwa ada seorang wanita di Makkah dan dia mempunyai seorang suami. Suatu hari dia memandang wajahnya di cermin dan mengagumi kecantikannya. 

Dia bertanya kepada suaminya, “Menurutmu, apabila ada orang yang melihat wajah(ku) ini, apakah ada yang tidak terpesona?”.

Suaminya menjawab, “Ya, ada”.

Istrinya penasaran, lalu bertanya, “Siapa dia?”.

Suaminay menjawab singkat, “Ubaid bin Umair”.

Istrinya meminta izin untuk menggodanya. Katanya, “Izinkanlah aku untuk menggodanya”.

“Ya. Kamu saya izinkan (untuk menggodanya”, kata suaminya.

Ubaid bin Umair

Abu Faraj melanjutkan ceritanya, katanya, ‘Kemudian si wanita itu mendatangi Ubaid bin Umair seperti seseorang yang datang ingin meminta fatwa. Maka Ubaid bin Umair menemui si wanita ini di salah satu bagian masjidl Haram. Lalu si wanita membuka penutup wajahnya, seolah-olah si wanita telah menemukan sepotong rembulan. 

Kemudian Ubaid bin Umair bertanya kepada si wanita, “Wahai hamba Allah! Tolong tutupi wajahmu!”.

Si wanita berkata, “Aku terpesona dengan dirimu”.

Ubaid bin Umair berkata, “Aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu, dan jika engkau mengatakan yang benar (jujur), aku akan menyelidiki perkaramu”.

Si wanita menjawab, “Janganlah engkau bertanya kepadaku tentang tentang apapun kecuali aku akan mengatakan yang sebenarnya”.

Ubaid bin Umair mengajukan pertanyaan pertamanya, “Katakan kepadaku, jika malaikat maut datang kepadamu dan mengambil nyawamu, apakah engkau akan senang jika aku memenuhi kebutuhanmu ini?”.

Si wanita menjawab, “Ya Allah, tidak”.

Ubaid bin Umair berkata, “Engkau telah berkata benar”.

Lalu Ubaid bin Umair mengajukan pertanyaan kedua, “Seandainya aku dimasukkan ke dalam kuburmu dan ditanyai, apakah engkau akan senang jika aku telah memenuhi kebutuhanmu itu?”.

Si wanita menjawab, “Ya Allah, tidak”.

Ubaid bin Umair kembali berkata, Engkau telah berkata benar”.

Insya Allah berlanjut.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button