Salaf dan Fitnah Kekuasaan/Penguasa

Dari A’masy, dari Malik bin Harits, dari Abdurrahman bin Yazid, Kami berkata kepada Alqamah, “Seandainya engkau shalat di masjid dan kami bisa duduk-duduk bersama dirimu, maka engkau pasti akan ditanya (tentang berbagai ilmu)”.

Alqamah menjawab, “Aku sangat takut bila dikatakan bahwa (ilmu) ini dari Alqamah”.

Lalu kami balik bertanya, “Seandainya engkau masuk ke dalam (lingkaran) penguasa?”.

Alqamah menjawab, “Aku sangat takut mereka akan mencari-cari kekuranganku jauh lebih banyak daripada kekurangan mereka sendiri”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 4/58.

Inilah potret dan gambaran salafush shalih. 

fitnah kekuasaan

1. Mereka sangat tidak ingin terlihat atau memperlihatkan keilmuannya dihadapan umum kalau hanya untuk pamer.

2. Mereka juga enggan atau bahkan mereka tidak mau berdekatan dengan penguasa. Meskipun –seperti yang dikatakan Alqamah di atas- sebenarnya bukan hanya itu. Yakni beliau mengatakan bahwa beliau takut bila penguasa akan mencari-cari kekurangan dirinya padahal kekurangan penguasa justru jauh lebih banyak lagi.

Sungguh hal itu Alqamah lakukan agar beliau tidak seperti Bal’am pada zamannya nabi Musa ‘alaihi salam. 

Ya, Bal’am adalah seorang ahli ibadah lagi wara’. Namun ketika dia didatangi penguasa –Fir’aun- dia kesengsem dan bergabung dengan penguasa. Sebagaimana yang dikisahkan Allah Ta’ala dalam Al Qu’an.

Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri daripada ayat-ayat itu lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadikanlah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya dijulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia (tetap) menjulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat dhalim. Qs. Al A’raaf 175-177.

Ternyata inilah alasan kenapa para salafush shalih enggan mendatangi penguasa. Sebab takut terkena ‘tuipan’ penguasa yang bisa bikin klepek-klepek.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button