Salaf dan Fitnah Dunia Bag.9

Ada pepatah dalam bahasa Arab yang menyebutkan:

أُنْـظُرْ مَا قَالَ وَلَا تَـنْظُر مَنْ قَالَ.

Lihatlah apa yang dikatakan dan jangan melihat siapa yang mengatakan.

Ya, begitulah bila orang tidak sombong. Maka semuanya bisa dijadikan sebagai pelajaran, tidak peduli siapa yang berbicara. Dan hal ini pulalah ternyata yang membuat imam Ahmad bin Hambal semakin kuat iman dan tekadnya dalam mempertahankan aqidah ahlu sunnah wal jamaah.

Berikut ini cuplikan riwayatnya:

Dari Ahmad bin Hawari, kami mendapatkan berita dari Ibrahim bin Abdullah, dia berkata, ‘Imam Ahmad bin Hambal berkata, “Saya belum pernah satu katapun yang lebih kuat (dan mendalam) dalam kasus ini yang keluar dari lisan seorang Arab Badui yang menasehatiku saat di dalam penjara”.

Kata-katanya sebagai berikut, “Wahai Ahmad! Jika engkau dibunuh itu berarti engkau dibunuh di jalan Al Haq, maka kematianmu adalah sebuah kesyahidan. Dan jika engkau (masih) bisa hidup maka hidupmu pasti akan penuh dengan kemuliaan”.

lihatlah apa yang dikatakan bukan melihat siapa yg mengatakan

Dari sanalah hatiku semakin mantap untuk mempertahankan keyakinanku (mengenai fitnah khalqul Qur’an ini. Pen)”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 11/241.

Adapun yang dimaksud orang Arab Badui itu adalah Abul Haitsam. Ya, Abul Haitsam ini bukanlah seorang ulama atau seorang oposisi di zamannya khalifah Al Makmun. Abul Haitsam justru dia seorang pelaku maksiat. Dia suka mencuri dan mabuk-mabukan. 

Ketika Abul Haitsam secara tidak sengaja disatukan dalam satu penjara dengan imam Ahmad bin Hambal, maka tidak disia-siakannya kesempatan itu untuk memberikan support kepada imam Ahmad bin Hambal. 

Dalam dialognya, Abul Haitsam mengatakan agar imam Ahmad bin Hambal tetap sabar dan teguh pendirian. Apalagi ini berkaitan dengan persoalan aqidah. Maka memang tidak ada tawar menawar. Sebab dirinya sendiri saja (kata Abul Haitsam) yang dipenjara karena persoalan kemungkaran saja bisa bertahan sabar. Apalagi beliau, imam Ahmad bin Hambal yang berjuang menegakkan kebenaran.

Bahkan Abul Haitsam juga menunjukkan bekas biluran cambukan sebanyak 18.000 cambukan. Dan itu Abul Haitsam benar-benar masih sabar di jalan yang salah, lha ini, imam Ahmad bin Hambal, berjalan di jalan yang benar. Tentu seharusnya jauh lebih sabar ketimbang Abul Haitsam.

Sejak dialog itulah akhirnya imam Ahmad bin Hambal seperti mendapatkan darah baru. Yakni siap untuk mempertahankan prinsipnya.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button