Shalih bin Ahmad bin Hambal bercerita, “Ketika ayahku dan Muhammad Nuh dibawa pasukan pemerintah dengan kedua tangannya diborgol dengan rantai sejak dari Baghdad, maka kami mengiringi mereka hingga ke Anbar.
Lalu Abu Bakar menyusul (kami dan) menanyakan kondisi ayahku. Dia bertanya kepada ayahku, “Wahai Abu Abdillah! Jika kamu dihadapkan dengan pedang, apa yang akan engkau katakan (jawab)?”.
Ayahku menjawab, “Tidak ada yang dipilih”.
Kemudian kami terus berjalan. Lalu aku mendengar ayahku berkata, “Kami telah sampai di Rahbah (Rahbah= tanah yang luas milik Malilk bin Thauq, berada di antara Baghdad dan Raqqah)”.

Setelah istirahat, kami kembali melakukan perjalanan di malam hari yang dingin. Tiba-tiba ada seorang laki-laki mendatangi kami seraya berkata, “Siapa di antara kalian yang bernama Ahmad bin Hambal?”.
Kemudian ada yang memberitahu, katanya, “Yang ini orangnya”.
Laki-laki itu berkata kepada orang-orang yang mengawalnya, “Serahkan dia”.
Lalu dia berkata kepada imam Ahmad bin Hambal, “Wahai kamu! Kamu tidak perlu dibunuh di sini dan masuk surga”.
Imam Ahmad bin Hambal berkata, “Aku menyerahkan urusanmu kepada Allah”.
Lalu perjalanan pun dilanjutkan.
Kemudian aku bertanya tentang orang laki-laki sekarang mengawal dan mendapatkan jawaban bahwa orang itu adalah orang Arab dari (daerah) Rabiah yang biasa membuat syair di padang pasir. Informasi selanjutnya; orang tersebut bernama Jabir bin ‘Amir dan dia selalu diingat dengan baik’. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 11/241.
Allahu Akbar! Begitu tenangnya imam Ahmad bin Hambal dan putranya, Shalih bin Ahmad bin Hambal, ketika mengetahui bahwa imam Ahmad bin Hambal sedang ‘menanti’ hal buruk. Sebab beliau telah berseberangan dengan penguasa; khalifah Al Makmun karena persoalan fitnah Khalqul Qur’an.
Ada apa sebenarnya? Dan apa yang membuat mereka berdua terasa tenang?
Sebab keduanya telah memahami ayat Allah berikut ini:
إِنَّ الَّـذِيْـنَ قَالُوْا رَبُّـنَـا اللهُ ثُـمَّ اسْتَـقَـامُوْا تَـتَـنَـزَّلُ عَـلَيْـهِـمُ الْمَـلَائِكَـةُ أَلَّا تَـخَـافُوْا وَلَا تَـحْزَنُـوْا وَأَبْـشِـرُوْا بِالْـجَـنَّـةِ الَّتِـى كُنْـتُـمْ تُـوْعَـدُوْنَ.
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami adalah Allah”, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. Qs. Fushshilat 30.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
