Salaf dan Fitnah Dunia Bag.5

Dari Al Haitsam bin Khalaf Ad Duri, bahwa Muhammad bin Suwaid Ath Thahan bercerita. Katanya, ‘Kami bersama ‘Ashim bin Ali (Al Wasithi) saat itu ada juga Abu Ubaid, Ibrahim bin Abi Laits dan sekumpulan jamaah lainnya, sementara itu (pada lain pihak) terlihat imam Ahmad bin Hmbal dipukuli.

Kemudian kepada jamaah (orang-orang yang hadir saat itu) ‘Ashim bin Ali (Al Wasithi) berkata, “Apakah ada pria  yang akan tinggal bersamaku untuk mendatangi  orang ini (khalifah Al Makmun), untuk menasehatinya?”.

Ternyata tidak ada seorangpun yang berani memenuhi ajakannya. 

Lalu Ibrahim bin Abi Laits berkata, “Wahai Abul Hasan (‘Ashim bin Ali Al Wasithi), aku pulang dulu menemui anak-anak perempuanku untuk memberi wasiat kepada mereka (sebelum pergi bersamamu)”.

Sebab kami beranggapan bahwa kami akan pergi untuk dikafani dan dibalsem (mati). 

Kemudian Ibrahim bin Abi Laits benar-benar mendatangi anak-anaknya dan bercerita, “Aku mendatangi mereka (anak-anak perempuanku), maka mereka langsung menangis (karena takut aku akan disiksa atau dibunuh)”.

teguhnya iman Imam Ahmad bin Hanbal

Lalu datanglah sepucuk surat dari kedua putri ‘Ashim bin Ali Al Wasithi dari (daerah) Wasith. Isi surat adalah, “Wahai ayah kami! Sesungguhnya telah sampai kepada kami (sebuah berita) bahwa orang ini (khalifah Al Makmun) telah menangkap imam Ahmad bin Hambal dan menyiksanya serta memaksanya agar imam Ahmad bin Hambal berkata bahwa Al Qur’an itu makhluk”. 

“Maka (wahai ayah),bertakwalah kepada Allah dan janganlah mengikuti kemauannya (dalam pendapat yang sesat itu). Demi Allah! Sungguh jika datang kepada kami berita tentang kematianmu, ini lebih kami sukai daripada berita bahwa engkau mengikutinya (pendapat khalifah yang sesat tentang Al Qur’an yang diyakininya sebagai makhluk)”. Terdapat pada kitab Siyaru A”laamin Nubalaa’ 9/264.

Inilah potret ulama panutan umat. Ulama yang benar-benar teguh pendirian pada jalan kebenaran. Meskipun mereka harus menanggung akibat dari pendirian. Yakni harus masuk ke dalam jeruji besi dan disiksa. 

Tidak tanggung-tanggung, pada riwayat disebutkan bahwa saat itu imam Ahmad bin Hambal hanya berdoa semoga Allah kuaatkan tali pengikat celananya agar tidak sampai putus. Hingga akan membuat celananya melorot ke bawah. Hal itu karena begitu kerasnya cambukan yang dipukulkan ke badannya. 

Dan yang lebih hebat lagi adalah pantulan keimanan kedua anak perempuannya ‘Ashim bin Ali Al Wasithi. Ya, karena keimanan dari orang tuanyalah yang akhirnya menurun ke anak. Dan karena keimanan dan keteguhannya Imam Ahmad bin Hambal jualah yang akhirnya Al Qur’an ini terjaga dari faham mu’tazilah. 

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button