Salaf dan Fitnah Dunia Bag.2

Dari Syu’bah dan Hisyam, dari Qatadah, dari Yunus bin Jubair, dia berkata, ‘Kami keluar bersama Jundab radliyallahu ‘anhu. Lalu aku berkata kepadanya, “Berilah kami nasehat”.

Kemudian beliau berkata, “Aku nasehatkan agar kalian bertakwa kepada Allah, aku juga nasehatkan kalian agar selalu bersama Al Qur’an. Sebab (Al Qur’an) bagaikan cahaya di malam hari yang gelap, menjadi petunjuk di siang hari. Amalkanlah semua yang ada di dalamnya dengan penuh kesungguhan dan kemampuan yang terbaik. Jika mendapatkan musibah maka yang dikorbankan adalah harta kalian bukan agama kalian. Jika musibah itu melebihi (batas) maka yang dikorbankan adalah harta kalian dan jiwa kalian bukan agama kalian. Sesungguhnya orang yang hancur adalah orang yang menghancurkan agamanya, dan yang disebut perampok adalah orang yang merampok agamanya. Ketahuilah bahwa tidak ada kekurangan setelah di surga dan tidak ada kekayaan setelah di neraka”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 3/174.

Sungguh nasehat ini seakan baru saja terucap. Sebab dewasa ini banyak orang yang justru menggadaikan agamanya demi keuntungan dunia. Jangankan karena sakit atau karena musibah, hanya demi mengejar karir saja sudah berani menggadaikan agamanya. 

takwa

Oleh karenanya hendaknya diteliti lebih seksama agar tidak gagal faham. Yakni bahwa sahabat Jundab radliyallahu ‘anhu itu mengawali nasehatnya agar bertakwa kepada Allah Ta’ala. Baru nasehat keduanya agar selalu bersama Al Qur’an.

Tentu yang dimaksud oleh Jundab radliyallahu ‘anhu bahwa agar selalu bersama Al Qur’an itu bukan sekedar kemana saja selalu membawa Al Qur’an atau hanay sekedar menghafal Al Qur’an. Bukan! Bukan itu yang dimaksud. Melainkan agar setiap saat selalu berusaha untuk memahami isi dan kandungan dan Al Qur’an.

Nah bila sudah faham tenang isi dan kandungan yang ada dalam Al Qur’an tentu dia tidak akan pernah menggadaikan agamanya demi dunianya. 

Baru bila ini sudah difahami, masuklah nasehat yang ketiga; bila engkau mengalami musibah maka korbankanlah hartamu jangan engkau korbankan agamamu.

Tentu yang dimaksud musibah di sini ya musibah yang bersifat keduniaan, seperti; tanah longsor, kecelakaan, badan sakit, motor rusak dan lain sebagainya. 

Nah bila mengalami hal-hal seperti di atas maka hartalah yang harus dikorban. Yakni dikeluarkan, entah, untuk memperbaiki rumah yang rusak karena tertimpa tanah longsor, pengobatan (karena) kecelakaan (dan badan sakit karena lainnya), perbaikan motor yang rusak dan lain sebagainya.

Semua itu perlu uang/harta. Dan jangan hanya karena ini kemudian menggadaikan agamanya dengan cara meminta-minta atau justru ayat-ayat Allah demi mendapatkan harta/uang agar bisa menyelesaikan kasus/musibah yang sedang dihadapinya. 

Na’udzubillah!

Bukankah Allah telah berfirman:

وَمَن يَـتَّـقِ اللهَ يَـجْـعَـل لَّهُ مَـخْرَجًـا. وَيَـرْزُقْـهُ مِنْ حَيْـثُ لَا يَـحْـتَسِـبُ.

Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Qs. Ath Thalaq 2-3.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button