Dari Salam bin Miskin, aku mendengar Hasan berbicara, katanya, ‘Ketika Utsman bin Affan terbunuh, orang-orang mendatangi Abdullah bin Umar seraya berkata, “Sesungguhnya engkaulah sebaik-baik manusia dan paling dekat dengan rakyat, serta bagian dari mereka. Maka keluarlah agar manusia membaiatmu (untuk setia kepadamu)”.
Maka Abdullah bin Umar menjawab, “Seandainya aku bisa jangan sampai ada (darah) yang tumpah ke dalam cawan”.
Mereka berkata, “Kalau begitu, engkau akan keluar atau justru akan terbunuh di atas tempat tidurmu”.
Kemudian Abdullah bin Umar radliyallahu ‘anhu mengulangi lagi pernyataannya seperti yang dinyatakannya di atas.
Hasan berkata, “(Sebenarnya) mereka sangat mendambakannya dan takut kepadanya, namun mereka tidak mampu berbuat apapun terhadapnya”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 3/239.
Masih berkaitan dengan Abdullah bin Umar radliyallahu ‘anhu yang ternyata peran beliau dalam Islam sangat luar biasa. Terutama sikap beliau pada masalah fitnah yang sedang pada tubuh umat Islam.

Sebab seandainya beliau mengambil kesempatan untuk sebuah kelicikan dan ambisi pribadinya, tentu hal ini amat sangat mudah bagi beliau. Bukankah pada riwayat disebutkan bahwa sekelompok manusia mendatangi beliau agar beliau mau ‘tampil’ ke publik dan mereka yang datang itu siap mendukungnya?
Namun ternyata beliau sama sekali tidak selera dengan tawaran tersebut. Bahkan beliau memberikan isyarat; mana mungkin cawan itu tidak akan terkena cipratan darah?
Beliau sadar bila beliau mau memenuhi permintaan sekelompok orang-orang itu maka yang terjadi bukannya mampu meredam gejolak di dunia Islam melainkan justru akan muncul kekuatan ketiga. Yakni ya kelompok yang pro (loyalis) terhadap Abdullah bin Umar radliyallahu ‘anhu. Dan ini justru akan semakin memperparah keadaan kaum muslimin.
Bahkan Abdullah bin Umar radliyallahu ‘anhu pun tidak gentar dengan ancaman yang ditujukan kepada dirinya oleh kelompok yang mendatanginya bila beliau menolaknya.
Ya, mereka memberikan opsi, Abdullah bin Umar radliyallahu dipaksa untuk keluar bersama mereka lalu mereka akan membaiatnya kemudian mereka akan mentaatinya. Namun bila Abdullah bin Umar menolaknya maka mereka mengancam akan membunuhnya, meskipun di atas tempat tidur sekalipun.
Sungguh inilah sebenarnya yang dikerjakan oleh banyak dari para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Namun kenyataannya justru seringnya diputar balikkan oleh tukang penulis sejarah. Sehingga seakan-akan seusai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam tiada para sahabat justru saling berebut kekuasaan.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
