Salaf dan Fitnah di Tengah Kaum Muslimin Bag.5

Ibnu ‘Uyainah bercerita, dari Umar bin Nafi’, dari ayahnya, dari Ibnu Umar, dia berkata, ‘Ali pernah menugaskanku’. 

Dia berpesan, “Wahai Abu Abdurrahman! Kamu adalah orang yang taat di antara penduduk Syam. Maka pergilah. Aku telah memerintahkan kamu untuk memimpin mereka”.

Aku berkata, “Aku mengingatkanmu pada Allah, dan kedekatanku dengan Rasululah shalallahu ‘alaihi wa salam dan (karena) persahabatanku kepada beliau, kecuali apa yang engkau berikan kepadaku”.

Ternyata khalifah Ali tidak menolakku.

Maka akupun meminta bantuan dari Hafshah, tetapi Hafshah menolak.

Kemudian aku berangkat pada malam hari ke Makkah, lalu dia diberitahu, katanya, “Dia telah berangkat ke Syam”.

Kemudian Ali segera menyuruh seseorang untuk segera mengejarku, dan laki-laki langsung mendatangi kudanya dan menaikinya untuk menyusulku. 

Ibnu Umar menambahkan, Hafshah mengirim surat (kepada Ali) yang isinya berbunyi, “Sesungguhnya dia tidak pergi ke Syam melainkan ke Makkah dan tinggal di sana”. 

Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 3/224. 

kemenangan muslim

Sesungguhnya Abdullah bin Umar radliyallahu ‘anhu ketika hendak dikirim khalifah Ali bin Abi Thalib radliyallahu ‘anhu itu dalam rangka untuk urusan yang sedang dialami kemelut pada saat itu. Yaitu kemelut politik antara Ali bin Abi Thalib radliyallahu ‘anhu yang berseberangan dengan gubernur Yaman dan Syam, Mu’awiyah bin Abu Sofyan radliyallahu ‘anhu.

Yakni berawal dengan terbunuhnya khalifah ketiga, Utsman bin Affan radliyallahu ‘anhu. Dan tidak lama kemudian Ali bin Abi Thalib radliyallahu ‘anhu diangkat menjadi khalifah (keempat) menggantikan khalifah Utsman bin Affan yang syahid terbunuh tersebut.

Namun diangkatnya khalifah Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah keempat ternyata belum bisa meredam gejolak yang ditinggalkan oleh pendahulunya, khalifah Utsman bin Affan. Bahkan muncul satu lagi problem baru.

Yakni gubernur Yaman, Mu’awiyah bin Abu Sofyan radliyallahu ‘anhu menuntut agar diusut aktor intelektual pembunuhnya khalifah Utsman bin Affan radliyallahu ‘anhu. Sementara itu khalifah Ali bin Abi Thalib radliyallahu ‘anhu berpendapat bahwa beliau ingin mengatasi kondisi negara secara keseluruhan yang memang (saat itu) sedang tidak baik-baik saja.

Dan ternyata dari keduanya, sama-sama memiliki hujjah (dalil) sendiri-sendiri. Walhasil, justru yang terjadi adalah keadaan semakin meruncing. Terutama para pendukung masing-masing di akar rumput.

Itulah sebabnya Abdullah bin Umar tidak mau berlarut-larut ikut terlibat dalam pusaran konflik internal kaum muslimin. Oleh karena itu beliau lebih memilih menolak permintaan khalifah Ali bin Abi Thalib radliyallahu dan memilih pergi ke Makkah.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button