Salaf dan Fatwa Bag.9

Dari Ayub, dia berkata, ‘Saya mendengar Al Qasim ditanya tentang Mina, lalu dia menjawab, “Saya tidak tahu. Saya tidak mengetahuinya”.

Ketika mereka bercerita lebih banyak hal kepadanya, dia berkata, “Demi Allah! Kami tidak mengetahui semua yang kalian tanyakan kepada kami. Dan jika kami tahu, kami tidak akan menyembunyikan “berapa banyak” dan tidak boleh kami menyembunyikannya dari kalian”.

Sementara dari jalur lain disebutkan; dari Yahya bin Said, dia berkata, ‘Saya mendengar Al Qasim berkata, “Kami tidak mengetahui segala sesuatu yang ditanyakan tentangnya. Dan bagi seseorang yang hidup dalam kebodohan setelah mengetahui hak Allah Yang Maha Esa, lebih baik baginya daripada mengatakan apa yang dia katakan tidak tahu”. Terdapat pada kitab Shiffatush Shafwah 2/89.

Rupanya Al Qasim sadar bahwa yang dimaksud dengan orang alim itu bukan sekedar orang yang mengetahui berbagai disiplin ilmu. Melainkan orang yang tahu tentang hak-hak Allah.

Sebab percuma saja bila gelar keilmuan telah disandang pada deretan namanya yang panjang tetapi dia tidak faham dan tidak tahu tentang hak-hak Allah. Meskipun dirinya terkenal sekalipun namun bagi para ulama salafush shalih hal itu tidaklah berguna sama sekali.

fiktif positif dalam

Lalu apa saja hak Allah atas hamba-hamba-Nya?

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pernah bersabda kepada Mu’adz bin Jabbal:

يَـا مُـعَـاذُ، أَتَدْرى مَا حَقُّ الله عَـلَى الْعِـبَـادِ؟ وَمَا حَقُّ الْعِـبَـادِ عَـلَى اللهِ؟

قُـلْتُ: اللهُ وَرَسُوْلُـهُ أَعْـلَـمُ.

قَالَ: حَقُّ اللهِ عَـلَى الْعِـبَـادِ أَنْ يَـعْبُـدُوْهُ وَلَا يُـشْرِكُوْا بِـهِ شَيْـئًـا. وَحَقُّ الْعِـبَـادِ عَـلَى اللهِ أَنْ لَا يُـعَـذِّبَ مَنْ لَا يُـشْرِكُ بِـهِ شَيْـئًـا.

قُلْـتُ: يَـارَسُوْلَ اللهِ. أَقَلاَ أُبَـشِّـرُ النَّـاسَ؟

قَالَ: لَا تُـبَـشِّرْهُـمْ فَـيَـتَّـكِلُوْا.

“Wahai Mu’adz! Tahukah engkau apa hak Allah yang wajib dipenuhi oleh para hamba-Nya? Dan apa hak para hamba yang pasti harus dipenuhi oleh Allah?”.

Aku menjawab, “Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui”.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Hak Allah yang wajib dipenuhi oleh para hamba-Nya ialah mereka hanya beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun jua. Sedangkan hak para hamba yang pasti dipenuhi Allah ialah sesungguhnya Allah tidak akan menyiksa orang yang tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun”.

Aku bertanya, “Wahai Rasulullah! Tidak perlukah menyampaikan kabar gembira ini kepada orang-orang?”.

Beliau menjawab, “Janganlah engkau sampaikan kabar gembira ini kepada mereka sehingga mereka akan bersikap menyamdarkan diri (kepada hal ini dan tidak beramal shalih)”. Diriwayatkan Bukhari no. 2856, 5967, 6267, 6500 dan 7373.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button