Salaf dan Fatwa Bag.8

Ahmad bin Muhammad bin Al Azhar berkata, ‘Saya mendengar Utsman bin Sa’id Ad Darami berkata, ‘Suatu saat saya didatangi Muhammad bin Husain As Sijzi, Dia telah menulis tentang Yazid bin Harun dan Ja’far bin ‘Aun. Lalu berkata, “Wahai Abu Said! Mereka mendatangi saya kemudian bertanya kepada saya (dan) agar saya membahas tentang mereka. Tetapi saya benar-benar takut untuk membahasnya dan (akhirnya) tidak menjawabnya”.

Saya katakan kepadanya, “Memang kenapa?”.

Kemudian Muhammad bin Husain As Sijzi berkata, “Bukankah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam telah bersabda:

مَنْ سُـئِلَ عَـنْ عَـلْـمٍ فَـكَـتَـمَـهُ، أُلْـجِـمْ بِـلِـجَـامٍ مِنْ نَـارٍ.

“Barangsiapa yang ditanya tentang suatu ilmu namun dia menyembunyikannya, maka pada hari Kiamat kelak akan dikekang dengan tali kekang dari api neraka”. Diriwayatkan imam Ahmad dalam Musnad-nya; 2/263. Abu Daud dalam Sunan-nya no. 3658.

Maka Utsman bin Said Ad Darami menjawab, “Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam adalah orang mengetahui tentang ilmu kemudian mengamalkannya sementara kamu tidak mengetahuinya”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 13/322.

menyembunyikan ilmu

Sesungguhnya seseorang bisa dikatakan telah memfitnah ketika dirinya ikut tercebur ke dalam sebuah pembahasan tentang kejelekan seseorang. Maka inilah yang akhirnya diambil sebagai sikap seorang Utsman bin Said Ad Darami. Yakni beliau tidak mau mengomentari tulisan dua orang lain yang telah dibukukan oleh Muhammad bin Husain As Sijzi.

Andaipun ada kekurangan pada diri keduanya dan hal itu diketahui oleh Utsman bin Said Ad Darami tetapi beliau tetap tidak mau membahasnya dengan Muhammad bin Husain As Sijzi. Sebab jika membicarakan dengannya maka ditakutkan nantinya akan menyebar aib kedua orang tersebut. Padahal menutupi aib seorang adalah sangat ditekankan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Bahkan dalam haditsnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda bahwa barangsiapa yang suka menutupi aib saudaranya maka kelak di akhirat dia akan ditutupi Allah juga. Nah!

Lalu Muhammad bin Husain As Sijzi ‘menekan’ Utsman bin Said Ad Darami dengan menggunakan hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam namun dibantah juga Utsman. 

Ya, memang sepanjang hidupnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam tidak pernah mengumbar aib para sahabat beliau, meskipun seorang saja. Tidak pernah! Sebab mengumbar aib sesama muslim adlah ibarat memakan bangkai saudaranya sendiri.

Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Qs. Al Hujuraat 12.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button