Salaf dan Fatwa Bag.3

Dari Abi Syu’ab bin Abi Hamzah dari Zuhrah, diqa berkata, ‘Telah sampai berita kepada kami bahwa Zaid bin Tsabit radliyallahu ‘anhu, apabila beliau ditanya sesuatu selalu berkata, “Apakah hal ini sudah terjadi?”.

Apabila mereka menjawab, “Iya”. 

(Bila itu jawabannya maka) beliau akan menjawab pertanyaannya itu sesuai dengan apa yang beliau ketahui. Tetapi jika mereka menjawab, “Belum terjadi”.

Maka beliau pasti akan mengatakan, “Tunggulah sampai benar-benar terjadi”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 2/438.

Inilah ulama yang jujur. Ulama yang sesuai dengan yang dijanjikan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, yakni sebagai pewaris (ilmu-ilmu) kenabian.

Maka bila saat iini menemukan ulama dengan karakter seperti ini segera ikuti wejangan-wejengan beliau. Sebab orang-orang seperti ini sebenarnya selalu menyampaikan ilmu-ilmu Islam (dari Allah dan rasul-Nya) apa adanya dan tanpa pamprih sedikitpun. 

ilmu sebelum beramal

Setidaknya seperti pada riwayat di atas, yakni beliau (Zaid bin Tsabit radliyallahu ‘anhu). Beliau tidak mau mentafsirkan sesuatu (apalagi dengan ayat-ayat Allah) secara sembarangan dan serampangan.

Bukankah di atas beliau balik bertanya kepada si penanya? Dan jika si penanya menjawab sudah pernah terjadi maka beliau akan menjelaskannya. Tetapi jika si penanya-nya menjawab bahwa yang ditanyakannya itu belum pernah terjadi maka beliau akan mengatakan agar sabar saja menunggu hingga benar-benar terjadi.

In imenunjukkan bahwa beliau sangat berhati-hati dan tidak gegabah. Apalagi berkaitan dengan tanda-tanda hari Kiamat, misalkan. 

Ya, hingga hari ini ‘fenomena’ tanda-tanda hari Kiamat sering sekali dibahas dan dikupas. Dan nampaknya memang pembahasan tentang tanda-tanda hari Kiamat dan Kiamat itu sendiri memang sangat menarik.  Hingga membuat beberapa orang (baca: ustadz) tergelitik untuk membuat analisa-analisa yang justru semakin bias atau bahkan liar.

Seperti ada yang berani membuat semacam kronologi atau urutan kejadian-kejadian yang akan terjadi pra hingga hari H-nya Kiamat. Na’udzubillah!

Padahal jika mau diteliti secara jujur maka akan didapati bahwa semua tanda-tanda hari Kiamat yang dikabarkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam itu tidak langsung berurut-urutan seperti yang dianalisa oleh beberapa orang itu. Tetapi yang sebenarnya adalah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam saat menyampaikan tentang tanda-tanda hari Kiamat itu beliau menyampaikannya beberapa kali dengan didengarkan oleh beberapa sahabat atau banayak sahabat dengan posisi dan waktu yang berbeda.

Nah seharusnya sikap yang harus dilakukan adalah seperti yang dilakukan oleh sahabat Zaid bin Tsabit ini. Yakni ketika adalah pertanyaan tentang sesuatu maka jangan langsung dijawab melainkan ditanyakan lagi, apakah sesuatu yang ditanyakan itu sudah pernah terjadi atau belum. Hal ini untuk menghindari dari kata ‘mentafsirkan’ ajaran Islam secara liar.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button