Salaf dan Al Qur’an

Dari Abdullah bin Amru bin ‘Ash, dia berkata, ‘Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

إِقْـرَأَ الْقُـرْآنَ فِي شَـهْرٍ.

قُلْـتُ: إِنِّـي أَجْدُ قُـوَّةً.

قَالَ: إِقْـرْأْهُ فِى سَـبْعٍ وَلَا تَـزِدْعَـلَى ذَلِكَ.

“Bacalah oleh kalian Al Qur’an dan hatamkanlah setiap satu bulannya”.

Aku berkata, “Aku mendapati diriku mampu melakukannya melebihi itu.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda lagi, “Maka bacalah olehmu dan jangan menghatamkannya kurang dari tujuh hari”. Diriwayatkan Bukhari no. 4767, dan Muslim no. 1159.

Imam Adz Dzahabi berkata, “Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menurunkannya selama tiga malam, dan melarangnya membacanya dalam waktu kurang dari tiga hari. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Sunan-nya, BAB Fii Kam Yaqra’ul Qur’an.

Dan hal ini ada dalam apa yang diturunkan dalam Al Qur’an. 

Imam Adz Dzahabi

Kemudian setelah perkataan ini diturunkanlah sisa-sisa Al Qur’an. Maka larangan yang paling rendah (cepat) adalah tidak disukai membaca seluruh Al Qur’an dalam waktu kurang dari tiga hari. Sehingga tidak ada fikih(yang didapatkan) atau (tidak bisa) merenung bagi orang yang membacanya dalam waktu kurang dari itu. Namun jika dibaca secara pelan dan tartil dalam waktu seminggu (jika yang seperti) ini justru jauh akan lebih baik maka seharusnya dilakukan. Sebab ini adalah amal shalih. Sedangkan agama ini (Islam) adalah agama yang mudah. 

Demi Allah! Membaca sepertujuh Al Qur’an pada shalat malam sambil menambahkannya pada shalat sunnah nafilah secara teratur, shalat dhuha, shalat tahiyyatul masjid disertai dzikir Al Ma’tsurat serta bacaan-bacaan menjelang tidur dan bangun tidur. Ditambah lagi shalat sunnah sebelum shalat wajib dengan melihat dari dalil-dalil ilmu syar’i dan menyibukkan diri dalam amal shalih dengan mengikhlaskan kepada Allah. Berbuat amar ma’ruf dan nahi munkar, saling nasehat menasehati, menuntun orang-orang jahil, menegur para pendosa dan sebagainya. Menunaikan kewajiban-kewajiban secara berjamaah dengan kerendahan hati dan dengan penuh keimanan.

Melaksanakan semua kewajiban, menghindari dosa-dosa besar, memperbanyak istighfar, memperbanyak doa, bersedekah, menjaga silaturahim, tawadhu’ dan ikhlas dalam segala hal. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 3/84.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button