Salaf, Antara Akhlak dan Shiddiq Bag.2

Selain ketiga hal di atas, para salaf juga memiliki keistimewaan dalam hal akhlak dan kesiddiqan. Setidaknya tergambar pada saat kaum muslimin mengurus jenazahnya Ali bin Husain. Yakni ketika ada beberapa orang yang memandikan melihat punggung Ali bin Husain yang terlihat ada bekas hitam (berkapal). Lalu di antara yang memandikan bertanya, “Apa ini?”.

Kemudian dijawab yang lainnya, “Ini adalah bekas (bukti) saat beliau masih hidup. Yakni setiap malam beliau selalu membawa makanan yang diangkat di atas punggungnya yang kemudian dibagi-bagikan kepada orang-orang fakir di Madinah”. Terdapat pada SHIFFATUSH SHAFWAH 2/96.

Ya, ini menunjukkan bahwa amal beliau disembunyikan dari pandangan kebanyakan manusia. Beliau tidak ingin memamerkan sedekahnya kepada khalayak amai agar dipuji atau setidaknya diketahui oleh banyak manusia.

Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan Nasa’i; dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, dia berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam seraya berkata, “Aku lapar”.

Siddiq Salaf

Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam berkata kepada istri-istrinya menanyakan makanan, tapi tidak ada. Beliau berkata, “Apakah tidak ada seseorang yang mau menerima orang ini sebagai tamunya malam ini?

Ketahuilah bahwa orang yang mau menerima laki-laki ini sebagai tamu (dan memberinya makan) malam ini, akan diberi rahmat oleh Allah Ta’ala”.

Abu Thalhah, seorang dari golongan Anshar, berkata, “Saya ya Rasulallah”.

Maka diapun pergi menemui istrinya dan berkata, “Hormatilah tamu Rasulullah”.

Istrinya menjawab, “Demi Allah, tidak ada makanan kecuali makanan untuk anak-anak”.

Abu Thalhah berkata, “Apabila anak-anak hendak makan malam, tidurkanlah mereka, padamkanlah lampunya biarlah kita menahan lapar pada malam ini agar kita dapat menerima tamu Rasulullah”.

Maka hal itu dilakukan istrinya.

Keesokan harinya Abu Thalhah menghadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan menceritakan peristiwa malam itu, lalu beliau bersabda, “Allah benar-benar kagum malam itu terhadap perbuatan suami istri tersebut”.

Maka ayat ini turun berkenaan dengan peristiwa itu.

وَالَّـذِيْـنَ تَـبَوَّءُو الدَّارَ وَالْإِيْـمَانَ مِن قَبْـلِهِـمْ يُـحِبُّـوْنَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْـهِمْ وَلَا يَـجِدُوْنَ فِى صُدُوْرِهِـمْ حَاجَةً مِّـمَّا أُوْتُـوْا وَيُـؤْثِـرُوْنَ عَـلَى َأَنْـفُسِـهِـمْ وَلَوْ كَانَ بِـهِـمْ خَصَاصَةٌ، وَمَن يُـوْقَ شُـحَّ نَـفْسِـهِ فَـأُوْلَئِـكَ هُـمُ الْمُـفْلِـحُوْنَ.

Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin), atas mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya mereka itulah orang-orang yang beruntung. Qs. Al Hasyr 9.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button