Lidah tak bertulang. Itulah yang sering didengar di kalangan masyarakat. Tetapi bukankah hanya karena lidah yang tidak bertulang itu banyak kejadian hal-hal yang tidak diinginkan?
Oleh karena itu para salafush shalih amat sangat menjaga lidah mereka. Agar tidak menyakiti hati kaum muslimin lainnya. Sebab walaupun lidah itu tidak bertulang tetapi ternyata mampu melukai hati hingga susah disembuhkan kecuali kelapangan hati dari orang yang telah mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan dan orang yang merasa tersakiti.
Dalam kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 10/470 disebutkan bahwa diriwayatkan dari Bisyr bahwasanya ada yang bertanya kepadanya, “Kenapa kamu tidak berbicara?”.
Bisyr berkata, “Saya akan berbicara apabila perlu saja, (tetapi) apabila saya tidak ingin sesuatu saya tinggalkan (untuk berbicara)”.
Ya inilah para salafush shalih. Mereka sangat mahal untuk berbicara. Namun bukan berarti mereka sok alim melainkan karena mereka takut jika ucapannya bisa menyakiti orang lain.

Bukankah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pernah bersabda:
عَـنْ أَبِى هُـرَيْـرَةَ رضي الله عَـنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلَ الله صلى الله عليه وسلم: “مَنْ كَانَ يُـؤْمِنُ بِاللهِ وَألْيَـوْمِ الْآخِرِ فَلْـيَـقُلْ خَيْـرًا أَوْ لِيَـصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُـؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَـوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُـؤْذِ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُـؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَـوْمِ الْآخِرِ فَلْيُـرِمْ ضَيْـفَـهُ.
Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Llah dan hari Akhir maka hendaknya dia berbicara yang baik atau (kalau tidak bisa hendaknya) diam. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir maka janganlah dia menyakiti tetangganya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir hendaknya dia memuliakan tamunya”. Diriwawyatkan Bukhari dan Muslim.
مَنْ يَـضْمَنْ لِى مَا بَيْـنَ لِحْـيَـيْهِ وَمَا بَيْـنَ رِجْلَيْـهِ أَضْـمَنْ لَـهُ الْجَـنَّـةَ.
Siapa yang menjamin (menjaga) di antara dua janggutnya (lisannya) dan di antara dua kakinya (kemaluannya), maka aku akan jaminkan baginya surga”. Riwayat Bukhari, no. 6474.
Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar. Qs. An Nisaa’ 114.
Oleh karenanya bukan dari sikap salafush shalih jika seseorang suka mencela atau meremehkan orang dengan ucapannya. Atau suka menyakiti melalui lisannya.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
