Salaf, Antara Akhlak dan Shiddiq Bag.15

Ini adalah sebuah kejujuran dari salah satu karakter para salafush shalih. Yakni berkaitan dengan persoalan amal. Wal bil khusus masalah menafkahkan rezekinya kepada kaum muslimin yang lain yang memang sangat membutuhkan. Maksudnya agar amalnya tidak terpublis ke khalayak ramai. Tujuannya agar hanya Allah saja yang kelak menilainya dan agar terhindar dari riya’, apalagi ujub (merasa ta’ajub dengan dirinya), na’udzubillah!

Sebagaimana disebutkan dalam kitab SHIFFATUSH SHAFWAH 2/234, dari Abu Ja’far Al Hidza’i, dia berkata, “Saya mendengar Ibnu ‘Uyainah berkata, ‘Apabila terjadi kesesuaian antara batin (yang tersembunyi) dengan dhahir (terang-terangan) maka itulah yang benar/pas (cocok). Apabila yang batin lebih baik daripada lahiriyahnya maka itu lebih baik , dan apabila yang lahiriyahnya jauh lebih baik daripada yang tersembunyi (batin) maka itu tidak wajar”.

Ibnu ‘Uyainah tentu tidak asal berbicara seperti itu melainkan beliau mengajarkan agar kaum muslimin lebih baik memperbaiki urusan batin dahulu ketimbang urusan lahiriyahnya. Sebab, bukankah hari ini sering orang tertipu dengan casingnya daripada isinya?

Oleh karenanya jangan mudah menuduh orang-orang yang memberikan nafkah kepada orang lain dengan cara terang-terangan. Sebab Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sendiri juga pernah membuat sayembara di saat Madinah terkena krisis sementara musuh Islam sedang mempersiapkan diri mereka hendak menyerang Madinah.

amalan hati dan badan

Maka Rasulullah berpidato dihadapan para sahabat waktu itu lalu mengatakan bahwa barangsiapa yang menginfakkan harta untuk Islam dia akan mendapatkan surga. Maka berbondong-bondonglah para sahabat berinfak.

Sungguh ini bukan riya’ melainkan hanya untuk memberikan semangat kepada para sahabat dalam berinfak. Walaupun tidak sedikit sahabat yang berinfaknya secara tersembunyi atau diam-diam.

Selain itu Allah juga memberi janji yang sangat menggiurkan kepada insan beriman yang mau beramal shalih (menafkahkan hartanya). Sebagaimana yang telah Allah firmankan dalam beberapa ayat dalam Al Qur’an:

Orang-orang  yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Qs. Al Baqarah 274.

Dan orang-orang yanag sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara diam-diam atau secara terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). Qs. Ar Ra’du 22.

Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman, “Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (Kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan. Qs. Ibrahim 31.

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menfkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Qs. Faathir 29.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button