Pada edisi kali, penulis akan mengkisah tentang akhlak dari salafush shalih, yakni Abdullah bin Mubarak. Yakni kedermawanan beliau. Adapun salah satu contoh kedermawanan beliau adalah sebagaimana dikisahkan yang diriwayatkan oleh Muhammad bin Isa. Dia berkata, bahwa Abdullah bin Mubarak sering pergi bolak balik ke kota Tharsus. Biasanya beliau tinggal di Raqqah (sebuah kota di Suriah), di daerah Khan, tempat pemukiman para saudagar. Di sana ada seorang pemuda yang biasanya datang untuk membantu memenuhi kebutuhannya dan mendengarkan hadits darinya.
Pada suatu saat Abdullah bin Mubarak datang ke sana dan tidak menjumpai pemuda tersebut. Kemudian Abdullah bin Mubarak pun keluar terburu-buru mengikuti rombongan untuk berjihad.
Tatkala kembali dai medan perang dan bertanya-tanya tentang pemuda tersebut, beliau mendapatkan kabar bahwa pemuda tersebut dipenjara karena tanggungan utang sebesar 10 ribu dirham.
Kemudian secara diam-diam Abdullah bin Mubarak mencari informasi tentang orang yang dihutanginya itu. Lalu Abdullah bin Mubarak pun melunasi utang pemuda tersebut, namun Abdullah bin Mubarak meminta agar orang tersebut tidak memberitahukan kepada siapapun tentang apa yang diperbuatnya selama beliau masih hidup.

Tidak lama berselang pemuda itu pun dikeluarkan dari penjara, dan Abdullah bn Mubarak telah pergi meninggalkan Raqqah di malam hari. Setelah berjalan beberapa saat, ternyata pemuda itu mengejarnya dan menjumpainya.
Abdullah bin Mubarak bertanya kepadanya, “Wahai pemuda, ke mana saja kamu tidak kelihatan?”.
“Wahai Abu Abdurrahman (nama kuniyah Abdullah bin Mubarak), aku dipenjara kaena beban hutang”, jawab pemuda itu.
Abdullah bin Mubarak kembali bertanya, “Lalu, bagaimana kamu bisa bebas?”.
Pemuda itu menajwab, “Ada seorang laki-laki yang melunasi hutangku. Aku tidak mengenalnya”.
Kemudian Abdullah bin Mubarak berkata kepada pemuda itu, “Wahai pemuda, bersyukurlah kepada Allah sebab ada orang yang telah melunasi hutangmu”.
Kasus pelunasan itu tidak diketahui oleh pemuda itu kecuali setelah Abdullah bin Mubarak meninggal dunia. Dapat dilihat pada kitab SHIFFATUSH SHAFWAH 4/141-142.
Subhaanallah, begitu mulianya akhlak para salafush shalih. Mereka menyembunyikan amalnya agar tidak diketahui orang lain kecuali setelah beliaunya meninggal dunia.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
