Salaf, Antara Akhlak dan Shiddiq Bag.13

Di atas sudah disebutkan tentang bagaimana Allah ‘membelokkan’ niat para ulama saat mencari ilmu; dari yang hanya sekedar untuk diri sendiri kemudian Allah belokkan sehingga niatnya berubah, hanya untuk Allah. Sehingga ilmunya benar-benar bermanfaat untuk umat.

Lalu bagaimana bila ada seseorang yang sejak awal menuntut ilmunya hanya karena demi dunia? Seperti agar lebih mudah mencari kerja, misalnya?

Dalam hal ini Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pernah bersabda:

مَنْ غَـزَّا يَـنْـوِي عِـقَـالًا فَـلَـهُ مَا نَـوَى.

“Barangsiapa yang berperang karena ingin mendapatkan seutas tali maka dia akan dapat (hanya) seutas tali saja”. Diriwayatkan Ahmad, Nasa’i dan Hakim. Syaikh Al Albani menshahihkannya dalam Shahiihul Jaami’.

Ikhlas Menjadi Syarat Diterimanya Amal Saleh

Nah, orang-orang seperti ini tidak akan pernah dinaungi cahaya ilmu. Sebab ilmunya tidak dapat mengekang hawa nafsu mereka, dan mereka tidak akan mendapat tempat dalam hati manusia. Ilmu mereka tidak akan membuahkan amal, sebab hakekat alim adalah yang takut kepada Allah. 

Sebagian orang yang menimba ilmu dan mendapatkannya, dengan itu dia memperoleh kedudukan. Kemudian mereka berbuat kedhaliman, tidak dapat dikekang dengan ilmunya, mereka merasa ringan ketika melakukan dosa besar. Maka celakalah mereka. Mereka tidak layak disebut ulama!

Sebagian lainnya tidak takut kepada Allah dengan ilmu yang dimilikinya. Mereka berupaya berbuat tipu muslihat, berfatwa serampangan mencari-cari rukhshah. Mereka nekad menyampaikan hal-hal yang syadz (aneh) dari hadits-hadits yang tidak sah. 

Sebagian lainnya begitu berani terhadap Allah, yakni nekad memalsukan hadits-hadits, maka Allah akan mempermalukannya dan menyingkap aibnya. Ilmunya lenyap dan bekal yang dia miliki akan menggiringnya ke neraka.

Orang-orang dengan berbagai tipe di atas sebenarnya telah banyak dalam menimba ilmu dan menyebarkannya. Mereka telah menggeluti ilmu secara global, namun setelah mereka datang generasi yang lebih buruk, tampak miskinnya mereka dari ilmu dan amalnya. Mereka digantikan oleh generasi berikutnya yang lebih parah lagi. penampilan dhahirnya seolah-olah ulama, padahal mereka tidak menimba ilmu kecuali secuil saja. Tetapi mereka memperlihatkan kepada manusia seolah-olah merekalah ulama yang mulia. Mereka tidak pernah sadar bahwa hakekat ilmu adalah ibadah yang dapat mendekatkan mereka kepada Allah. Hal itu karena mereka memang tidak pernah mendapatkan guru yang dapat mereka jadikan contoh. Jadilah mereka bagaikan pengembala kambing yang sibuk berteriak. Orang yang paling baik dari mereka hanyalah sang kolektor pengumpul kitab-kitab, yang terkadang, sesekali membuka dan mentelaahnya yang tidak pernah dia kuasai. 

Semoga Allah menyelamatkan dan memaafkan manusia. Sebagian orang berkata, “Aku tidak pernah melihat orang alim, dan aku bukan pula berilmu”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ /152-153.

Yah, begitulah para alim ketika meluapkan kegundahannya.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button