Dari Utsman bin Haitsam, dia berkata, ‘Ada seorang laki-laki di Bashra dari Bani Saad, dan dia adalah salah satu panglima ‘Ubaidillah bin Ziyad. Dia terjatuh dari atap dan kakinya patah.
Kemudian Abu Qalabah datang untuk menolongnya dan berkata, “Aku berharap semoga kejadian akan menjadi baik bagimu”.
Laki-laki berkata kepada Abu Qalabah, “Wahai Abu Qalabah! Di mana kebaikannya, padahal semua kakiku patah?”.
Abu Qalabah menjawab, “(Secara tidak langsung) Allah telah banyak melindungmu”.
Tiga hari kemudian datanglah surat dari ‘Ubaidillah bin Ziyad yang mengatakan agar dia memimpin perang melawan pasukannya Husain.
Maka dia laki-laki itu bergumam kepada (cucu) Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, “Engkau telah melihat apa yang telah menjadi bagianku dan apa yang engkau lihat. Dan tiada lain kecuali harus menerimanya”.
Hingga laki-laki itu akhirnya mendengar kabar tentang terbunuhnya Husain.
Maka dia berkata, “Semoga Allah merahmati Abu Qilabah. Dia telah benar, bahwa dia adalah orang yang terbaik bagiku (dalam menasehati)”. Terdapat pada kitab Shiffatush Shafwah 3/238.

Inilah yang disebut sengsara membawa nikmat. Betapa tidak?
Seorang laki-laki panglima, tentu sesuatu sekali bukan? Meskipun panglima untuk tingkat wilayah Bashrah. Namun sayang, pimpinannya adalah Ubaidillah bin Ziyad, seorang syi’ah. Salah satu sekte Islam yang sesat. Bahkan bukan sekedar sesat melainkan lebih parah lagi. yakni, sekte meyakini bahwa banyak para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dikafirkan oleh kelompok ini, kecuali hanya sebagian kecil saja dari sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Maka tidak heran jika sahabat Abu Qilabah radliyallahu ‘anhu ketika melihat kondisi panglimanya Ubaidillah bin Ziyad mengatakan bahwa sesungguhnya jatuhnya itu adalah suatu kebaikan bagi dirinya.
Lho kok bisa?
Bukankah jika laki-laki itu tidak jatuh (karena tidak sakit dan tidak patah kedua kakinya) pasti akan ikut membila tuannya (Ubaidillah bin Ziyad) untuk memerangi kaum muslimin (sunni)?
Maka benarlah apa yang disampaikan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam tentang ini:
فَـتَـعْـلَـمَ أَنَّ مَا أَصَابَـكَ لَـمْ يَـكُنْ لِيُـخْـطِئَـكَ، وَمَا أَخْطَـأَكَ لَـمْ يَـكُنْ لِيُـصِيْـبَـكَ.
“Ketahuilah, sesungguhnya yang menjadi bagianmu tidak akan lepas darimu, dan sesuatu yang bukan milikmu maka tidak akan menjadi bagianmu”. Diriwayatkan Ibnu Majah no. 77.
Subahaanallah, ternyata ketika seseorang mau bersabar atas musibah yang menimpanya maka ada hikmah di balik musibah tersebut.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
