Sabar Dalam Musibah Bag.6

Dari Asy’ats bin Said, dia berkata, Ibnu ‘Aun berkata, “Seorang hamba tidak akan pernah mencapai pada tingkatan hakekat ridha hingga dia ridha terhadap ketetapan (kondisi) menjadi (seorang) miskin sebagaimana ketetapan (kondisi) menjadi (seorang) kaya. Bagaimana mungkin engkau menerima (ridha) terhadap qadha (ketetapan) Allah dalam urusanmu sementara engkau ketahui bahwa qadha (ketetapan yang Allah tetapkan) itu berseberangan dengan yang engkau kehendaki? Mungkin bisa saja hawa nafsumu menginginkan sesuatu lalu ternyata sesuai dengan kehendakmu namun (ternyata) di dalamnya (sesuatu yang sesuai dengan kehendakmu itu) akan menghancurkanmu.  Padahal (apakah) engkau ridah terhadap qadha’ (Nya) apabila sesuai dengan hawa nafsumu? Sungguh kamu tidak jujur terhadap dirimu sendiri dan (sungguh) engkau belum mencapai (pada pemahaman) BAB ridha”. Terdapat pada kitab Shiffatush Shafwah 3/311.

Sungguh tegas dan lugas namun mudah difahami. Akan tetapi kebanyakan manusia (terutama hari ini) mereka masih ‘belum menerima’ tentang qadha dari Allah Ta’ala ini. Padahal ini adalah suatu yang sangat krusial sekali. Sebab bisa-bisa akan tergelincir keimanan seseorang bila sampai tidak menerima qadha’ dari Allah Ta’ala.

qada dan qadar

Oleh  karenanya alangkah baiknya bila mau memahami firman Allah berikut ini;

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيْـبَـةٍ فِى الْأَرْضِ وَلَا فِى أَنْـفُـسِكُـمْ إِلَّا فِى كِـتَـابٍ مِّن قَـبْـلِ أَن نَّـبْـرَأَهَـآ، إِنَّ ذَلِكَ عَـلَى اللهِ يَـسِـيْرٌ. لِّـكَـيْلَا تَـأْسَوْا عَـلَى مَا فَـاتَـكُـمْ وَلَا تَـفْـرَحُوْا بِـمَـاآتَـاكُـمْ، وَاللهُ لَا يُـحِبُّ كُـلَّ مُـخْـتَـالٍ فَـخُوْرٍ.

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfudz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. Qs. Al Hadiid 22-23.

Bukankah dewasa ini juga sudah banyak contoh-contoh kejadian yang terjadi di Indonesia. Yakni betapa manusia sudah membuat berbagai upaya mencegah hujan, misalnya. Tetapi kenyataanya ya tetap saja hujan tetap turun. Atau sebaliknya, ketika mau ada hajat nasional kemudian mendatangkan para pakar, baik pakar secara ilmiah hingga pakar supranatural –alias dukun- untuk mencegah hujan. Tetapi ketika di Lauhul Mahfudz Allah sudah menulis bahwa nanti pada saat itu jam segitu akan terjadi hujan badai, lebat dan berpetir. Ya percuma saja para ahli itu didatangkan. Maksudnya hujan tetap saja turun meskipun mereka berkumpul untuk mencegah turunnya hujan. 

Lebih jelasnya lagi Allah berfirman pada surat Al An’aam 59 berikut ini.

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz). Qs. Al An’aam 59. 

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button