Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah Bag.9
Kedua: kaidah secara terperinci.
Di atas sudah dibahas tentang kaidah secara umum, maka di sini akan dibahas tentang kaidah secara terperinci. Namun apabila diringkas maka setidaknya ada tiga poin, yaitu;
- Aqidah ahlu sunnah tentang asma’ wa sifat.
- Persoalan iman dan hal-hal ghaib.
- Masalah pokok dalam agama dan keyakinan.
Adapun pembahasan dari ketiganya adalah sebagai berikut;
1. Aqidah ahlu sunnah tentang asma’ wa sifat.
Mengenai penamaan nama (أَسْـمَاءُ/asma’) dan (صِفَـاتُ/sifat) yang Allah sematkan diri-Nya sendiri, maka ahlu sunnah wal jamaah hanya mengikuti penamaan dan penyebutannya dari Allah dan rasul-Nya.
Ya, asmu’ul husna (nama-nama yang baik) dan sifatul ‘ulya (sifat-sifat Allah Yang Maha Tinggi) adalah nama dan sifat yang Allah sendiri yang menamainya serta yang memberinya sifat-sifat tersebut.
Ahlu sunnah melarang menyamakan, atau mentakwilkan, atau mentamsilkan, atau mereka-reka tentang nama dan sifat Allah Yang Maha Agung ini. Sebab nama-nama Allah yang baik (Asma’ul Husna) dan sifat-Nya Yang Mulia (Sifaatul ‘ulya) itu sama sekali tidak sama dengan nama dan sifat manusia atau mahluk lainnya.
لَيْـسَ كَـمِثْـلِـهِ شَـيْئٌ وَهُـوَ السَّـمِـيْعُ الْـبَـصِيْرُ.
Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Qs. Asy Syuura 11.
Maka barangsiapa yang menyamakan nama dan sifat Allah ynag mulia itu dengan nama dan sifat kepada manusia atau mahluk lainnya maka dia telah fasik dan kafir. Ini sudah menjadi ijma’ ulama salafush shallih.
Perlu diketahui bahwa Asma’ul Husna berasal dari bahasa Arab, aykni, Al Asma’ yang berarti nama-nama. Adapun beberapa nama Allah Ta’ala dengan tambahan Al Husna yang bermakna baik atau indah. Sedangkan menurut istilah, asma’ul husna bermakna nama-nama yang indah bagi Allah Ta’ala. Asma’ul husna hanya layak dimiliki Allah atas kebesaran dan keagungan-Nya.
Asma’ul husna memiliki sifat yang sempurna, sedangkan nama-nama baik bagi manusia terdapat banyak kelemahan.
Dalam kitab Asbabun nuzul dijelaskan tentang turunnya nama-nama Allah, yakni ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam melakukan shalat di Makkah dan berdoa dengan mengucapkan, “Ya Rahman, ya Rahim”.

Kemudian ucapan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam saat menyebut asma’ul husna tersebut didengar sebagian kaum msuyrikin lalu mereka berkata, “Perhatikan orang yang murtad dari agamanya, dia melarang kita menyeru dua Tuhan sedangkan dia sendiri menyeru dua Tuhan”.
Atas kejadian itu maka turunlah surat Al Isra’ 110;
قُـلِ ادْعُوْا اللهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْـمَنَ أَيًّـا مَّا تَـدْعُوْا فَـلَـهُ الْأَسْـمَآءُ الْـحُـسْـنَى، وَلَا تَـجْهَـرْ بِـصَلَاتِـكَ وَلَا تُـخَـافِـتْ بِـهَـا وابْـتَـغِ بَـيَنَ ذَلِـكَ سَـبٍيْـلًا.
Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar Rahman. Dengan nama yang mana saja yang kamu seru, Dia mempunyai asma’ul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu”. Qs. Al Israa’ 110.
Berdasarkan surat tersebut, kaum musyrikin mengira bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menyebut nama Allah Ta’ala dan Ar Rahman karena pengetahuan mereka sebatas memahami bahwa di daerah Yamamah ada orang yang bernama Rahman. Dengan turunnya ayat tersebut secara tidak langsung mematahkan dugaan kaum msuyrikin.
Selanjutnya Allah Ta’ala berfirman;
وَللهِ الْأَسْـمَـآءُ الْـحُسْـنَى فَادْعُوْاهُ بِـهَـا، وَذَرُوْا الَّـذِيْـنَ يُـلْحِـدُوْنَ فِى أَسْـمَـآءِهِ، سَـيُـجْزَوْنَ مَا كَـانُوْا يَـعْـمَلُوْنَ.
Hanya milik Allah-lah asma’ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma’ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Qs. Al A’raaf 180.
Dan perlu diingat bahwa berdoa dengan cara bertawassul dengan membaca asma’ul husna juga diperbolehkan.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

