Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah Bag.65
Kesimpulan dan renungan (berkaitan dengan pembahasan).
B. Pemikiran yang dibangun di medan dakwah dan (pembangunan) aqidah. (lanjutan).
4. Bangunan politik lebih diutamakan.
Untuk yang satu memang tidak semuanya sama. Tetapi ada sekelompok dari kaum muslimin yang bergerak di bidang politik praktis. Kemudian dalam praktiknya di lapangan mereka lebih memilih hal-hal yang bersifat politis. Ini sungguh sangat disayangkan.
Sebab dahulu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dalam dakwahnya tidak pernah ikut terjun langsung ke dalam dunia politik praktis. Beliau hanya menyampaikan apa saja yang telah diwahyukan kepada beliau.
Bahkan beliaupun –karena dakwahnya yang sudah mulai mengguncang Makkah- sempat dikasih penawaran untuk ikut dalam politik praktis. Tetapi dengan tegas beliau menolaknya.
Bukan hanya sekali beliau mendapatkan penawaran itu bahkan dua kali. Yakni (pertama) saat dikasih tiga iming-iming penawaran duniawi (sebenarnya ya bersifat politis); harta, tahta dan wanita.
Ternyata penawarannya itu bersyarat; harus meninggalkan dakwah Islam, yang membikin dunia Makkah berguncang. Dan penawaran ini ditolak Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Penawaran kedua (yang ini seakan masuk akal); mereka (kaum musyrikin Quraisy) dengan ‘merendah’ siap mengikuti agama dan peribadatannya yang diajarkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam selama satu tahun.

Tetapi sebagai imbal baliknya, maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pada tahun berikutnya harus mengikuti tata cara, adat istiadat dan peribadatannya ala mereka.
Dan penawaran kedua inipun ditolak mentah-mentah oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Selain itu –tidak tanggung-tanggung- Allah Ta’ala pun langsung menurunkan ayat-Nya.
قُلْ يَـآ أَيُّـهَا الْكَافِرُوْنَ. لَآ أَعْـبُدُ مُا تَـعْبُدُوْنَ. وَلَآ أَنْـتُمْ عَـابْدُوْنَ مَا أَعْبُدُ. وَلَآ أَنَـا عَـابِدٌ مَّا عَـبَدْتُّـمْ. وَلَآ أَنْـتُمْ عَـابِدُوْنَ مَا أَعْـبُدُ. لَـكُمْ دِيْـنُـكُمْ وَلِـيَ دِيْـنِ.
Katakanlah: “Wahai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukanlah penyembah Tuhan ayng aku sembah. Dan aku tidak akan pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak akan pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukku pula agamaku”. Qs. Al Kafirun 16.
Hikmah dari ditolaknya usulan musyrikin Quraisy itu adalah bahwa masalah kompromi masalah aqidah dan dakwah itu tidak ada. Yang ada adalah saling menghormati keyakinan (aqidah) dari masing-masing pemeluk agama.
Sebab bila dicampur aduk antara urusan keyakinan (aqidah) dengan muamalah maka dipastikan bahwa kelak akan terjadi kerancuan dalam berfikir dan bertindak. Selain itu seakan aqidah yang dibangun Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dalam lubuk hatinya para sahabat itu akan roboh hanya karena urusan politik praktis yang mencampur adukkan antara urusan aqidah dengan muamalah.
Justru ini sangat berbahaya sekali.
Bukankah membangun pondasi aqidah itu jauh sangat berat daripada membangun muamalah?
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
