Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah Bag.57

Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah Bag.57

Kesimpulan dan renungan (berkaitan dengan pembahasan).

Setelah dipaparkan tentang sekelumit aqidah ahlu sunnah wal jama’ah maka sekarang saatnya melihat pada realita kehidupan di sekitar. Tujuannya agar kehidupan sehari-harinya dari kaum muslimin ini bisa terlihat; apakah sudah sesuai dengan prinsip-prinsip aqidah ahlu sunnah wal jama’ah atau belum.

Sebab jika sudah mengkaca maka akan ketahuan bukan (tentang siapa diri kita)? Agar tidak menjadi sebuah penyesalan berkepanjangan kelak bila sudah masuk di alam akhirat.

يَـآ أَيُّـهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّـقُوْا اللهَ وَلْتَـنْظُرْ نَفْـسٌ مَّـا قَـدَّمَتْ لِغَـدٍ وَاتَّـقُوْا اللهَ، إِنَّ اللهَ خَبِـيْرٌ بِّـمـا تَعْـمَلُوْنَ.

Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yan gkamu kerjakan. Qs. Al Hasyr 18.

Dan ternyata ada dua hal hal yang harus diperhatikan oleh kaum muslimin.

A. Pengaruh buruk pada organisasi Islam yang tidak berpegang pada prinsip-prinsip salafush shalih.

Ada beberapa pemikiran yang masih menggelayut dalam benak, yakni;

1. Ketika Islam semakin berkembang dan menyebar sampai ke penjuru dunia sebenarnya sangat menggembirakan. Tetapi di sisi lain muncul juga gempuran-gempuran dakwah di lapangan. Yakni adanya penyeru yang menyerukan kepada kelompok-kelompok sesat yang semakin masif. Di antaranya dakwahnya Ahmadiyah Qadiyani, Sufi, kebatinan, (syi’ah) Rafidhah, Lia Aminuddin dan lain sebagainya.

Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah Bag.57

Semua kelompok sesat itu sama-sama membawa dalil-dalil dari Al Qur’an dalam ‘merekrut’ massanya.

Kemudian dari gempuran-gempuran kelompok-kelompok sesat itu membuat kaum muslimin dibuat gusar dan bingung. Sebab ketika gempuran-gempurannya hendak ditangkis ternyata banyak para da’inya yang tidak mumpuni dalam memahami Al Qur’an. Atau bahkan mereka tidak pernah memberikan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu para da’inya juga tidak memiliki konsep atau tujuan yang yang jelas; hendak dibawa ke mana umat ini. Padahal dari kelompok-kelompok sesat itu berani ‘memberi’ konsep yang dibutuhkan umat. Seperti masalah pendidikan (pembinaan) ruhani, muamalah, keuangan dan sebagainya.

Padahal sebenarnya Islam sendiri sudah memiliki konsep dalam segala hal; baik urusan dunia maupun akhirat.

يَـآ أَيُّـهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا أدْخُـلُوْا فِى السِّـلْمِ كَـآفَـةً وَلَا تَـتَّـبِعُوْا خُطُوِاتِ الشَّـيْطَانِ، إِنّـهُ لَـكُمْ عَدُوٌّ مُـبِيْـنٌ.

Wahai orang-orang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. Qs. Al Baqarah 208.

Jadi seharusnya para da’i dari ahlu sunnah harus memiliki wawasan dan wacana yang luar biasa terhadap dalil-dalil. Sehingga mampu menjawab tantangan zaman yang serba cepat ini.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button