Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah Bag.49

Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah Bag.49

Antara ahlu sunnah dan Asy’ariyah (lanjutan ke-2).

Di tubuh Asy’ariyah ini selain Abu Hasan Ali bin Ismail Al Asy’ari sebagai tokoh (dan pendirinya) ada juga tokoh/ulama lain yang kesohor, di antaranya seperti imam Al Haramian Al Juwaini.

Pada zamannya faham Asy’ariyah ini berkembang pesat di Irak. Kemudian terus merambah ke negeri-negeri Islam lainnya. Seperti Mesir pada zaman Shalahuddin AL Ayubi, di Suriah dengan sokongan Nuruddin Zanki, di Maghribi dengan sokongan Abdullah bin Muhammad, di Turki dengan sokongan Utsmaniyah dan di daerah-daerah lain juga ikut berkembang.

Dinasti Seljuk pada abad 11-14 M, khalifah Aip Arsalan beserta perdana menterinya, Nizam Al Mulk sangat mendukung aliran Asy’ariyah. Sehingga pada masa itu penyebaran faham Asy’ariyah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Utamanya melalui lembaga pendidikan bernama Madrasah Nizamiyah yang didirikan oleh Nizam Al Mulk.

Tokoh penting di Asy’ariyah;

Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah Bag.49

Seperti sudah diketahui bersama bahwa setiap organisasi atau kelompok pasti ada orang yang menonjol, atau tokoh. Begitu juga yang di tubuh faham Asy’ariyah ini.

Adapun tokoh pada aliran yang paling menonjol adalah Abu Hamid Al Ghazali (1058-1111).

Abu Hamid Al Ghazali sering disebut Al Ghazali saja. Beliau juga menulis buku yang sangat fenomenal yang hingga saat ini masih menjadi banyak rujukan manusia. Yaitu Ihya’ Ulumuddin.

Imam Ghazali juga memegang jabatan sebagai naib konselor di Madrasah Nizamiyah, pusat pengajian tinggi di Baghdad.

Hanya saja banyak kalangan yang menyebutkan bahwa Imam Ghazali juga disebut sebagai orang dari golongan ahlu sunnah. Sebab Imam Ghazali termasuk mendapatkan gelar Asy Syafi’i. Itu maknanya bahwa beliau orang sunni.

Bila melihat dari kedua tokoh tersebut –Abu Hasan Ali bin Ismail Al Asy’ari (pendiri kelompok Asy’ariyah) dan Imam Ghazali- yang akhirnya kembali kepada sunni –ahlu sunnah wal jama’ah- maka tidak heran bila kemudian ada yang mengatakan bahwa kelompok yang paling dekat dengan ahlu sunnah adalah kelompok Asy’ariyah. Sebab kedua tokoh tersebut telah kembali kepada pemahaman ahlu sunnah. Dan keduanya telah merokemendasikan agar dalam pengambilan hukum selalu dilandasi oleh Al Qur’an dan As Sunnah yang sesuai dengan pemahaman salafush shalih.

Walau begitu setelah kedua tokoh itu meninggal ternyata faham Asy’ariyah yang terlanjur berkembang ke seluruh penjuru dunia itu belum sepenuhnya mengikuti arahan dari pendirinya.

Jadi di sinilah problemnya. Dan ini juga harus menjadi perhatian bersama bahwa ketika sang pendiri ingin mengembalikan kepada pemahaman ahlu sunnah tetapi ternyata pemahaman inisudah terlanjur menyebar. Sehingga sangat sulit untuk merubahnya secara total. Sebab di dalam faham Asy’ariyah sendiri juga telah berkembang faham sufi yang begitu mendalam.

Oleh karena itu perlu ketelitian secara mendalam, sebagaimana para ulama yang mengatakan bahwa dari semua kelompok dari kelompok-kelompok Islam ini, yang paling dekat dengan ahlu sunnah adalah kelompok Asy’ariyah.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button