Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal jamaah Bag.35
Hukum yang berlaku bagi kaum muslimin dan hak-haknya.
Karamah para wali Allah. (lanjutan)
Di atas sudah diterangkan mengenai mukjizat para nabi dan rasul (nabi Musa dan nabi Ibrahim ‘alahima salam). Maka berikut ini akan diberikan contoh berkaitan dengan karamah yang terjadi pada para wali Allah.
1. Pernah suatu kali ketika khalifah Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu sedagn ceramah di atas mimbar masjid Nabawi. Tahu-tahu beliau (sedikit berteriak) memerintahkan kepada panglima perangnya (Sariyah bin Zunaim) yang ada di kancah pertempuran di Irak. Karena tentaranya terdesak oleh musuh dari Persia.
Kata Umar, “Wahai Sariyah bin Zunaim, di atas bukit! Di atas bukit!”.
Saat itu para jamaah di masjid sempat dibuat kaget dan terkejut. Kenapa tahu-tahu khalifah berteriak memanggil-manggil nama panglimanya yang saat itu tidak berada di Madinah?
Sementara di Irak, para tentara muslim yang sedang berperang di Irak itu mendengar perintah khalifah Umar bin Khaththab, padahal mereka berada di tempat yang sangat jauh dalam jarak perjalanan satu bulan dari Madinah.

Maka para pasukan Islam pun kemudian menuju ke atas bukit dan memperoleh kemenangan atas musuh.
Sepulangnya dari pertempuran jihadnya para pasukan banyak bercerita tentang kejadian aneh. Yaitu tatkala pasukan Islam terdesak musuh tahu-tahu mereka dikejutkan dengan suara khalifah Umar bin Khaththab agar pasukan pergi ke atas bukit.
2. Pernah Anas bin Malik dan Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhuma berkuda dengan sangat kencang. Hingga keduanya tidak memperhatikan jalan yang mereka lewati. Sampai akhirnya mereka tersesat di suatu tempat yang sudah tidak ada jalan dan di depannya hanya terbentang lautan luas.
Belum sempat Umar bin Khaththab radlilyallahu ‘anhu berucap kepada Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu, Anas langsung bertanya, “Kenapa berhenti, wahai Umar?”.
“Bagaimana aku bisa menjalankan kudaku ini, jika jalan yang harus kita lewati adalah lautan lepas?”, jawab Umar.
“Insya Allah kita bisa melewati jalan ini, Bismillah”, tutur Anas sembari menjalankan kudanya menyeberangi lautan yang berada di depannya.
Umar bin Khaththab pun langsung mengikuti Anas. Dan betapa terkejutnya Umar bin Khaththab, karena beliau dan Anas benar-benar bisa melewati lautan yang luas itu. Sedangkan kedua kuda tunggannya terus berjalan seakan terbang di atas lautan. Setibanya di daratan, Umar meminta Anas untuk istirahat.
“Baiklah Umar, kita istirahat di sini. Aku juga sangat lelah”, jawab Anas.
Sewaktu Anas pergi untuk mencari buah-buahan, Umar bin Khaththab terkejut setelah menyentuh kaki kudanya yang tetap kering meski melewati lautan. “Sungguh keajaiban”, tutur Umar dalam hati.
Setidaknya dari dua kisah di atas dapat disimpulkan bahwa karamah hanya bisa Allah berikan kepada orang-orang shalih yang selalu memperjuangkan agama Allah. Sedang mukjizat hanya diberikan hanya kepada para nabi dan rasul-Nya semata.
Kesamaannya adalah bahwa baik mukjizat maupun karamah sama-sama tidak bisa dibuat pengulangan sekehendak hatinya.
Jadi tidak mungkin karamah diperjual belikan. Apalagi tujuannya hanya untuk pamer atau untuk kepentingan pribadi, sementara dirinya belum sampai pada tingkatan shalih. Apalagi memperjuangkan agama Islam.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
