Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal jamaah Bag.30
Hukum yang berlaku bagi kaum muslimin dan hak-haknya.
3. Tidak memvonis seseorang akan ke surga atau neraka.
Sebenarnya pada pembahasan kali masaih ada keterkaitan dengan pembahasan di atas. Yakni larangan mengkafirkan seorang muslim hanya karena dia melakukan dosa, bahkan dosa besar sekalipun. Kecuali bila orang tersebut telah melakukan kesyirikan secara nyata.
Nah berkaitan dengan hal di atas (melakukan dosa-dosa besar), sering terdengar ada orang yang tahu-tahu memvonis bahwa para pelaku maksiat itu pasti akan masuk neraka. Atau sebaliknya; bila melihat ada seseorang yang melihat orang lain yang melakukan suatu amalan ahli surga lalu dia memvonis bahwa orang tersebut pasti akan masuk surga.
Atau yang ekstrim lagi adalah bila ada seseorang yang menolak ajakan dakwahnya maka orang yang menolak ajakan dakwahnya akan dicap bakal masuk neraka. Sebaliknya, orang yang mau menerima dakwahnya maka dia pasti akan masuk surga. MasyaAllah.

Kenapa seseorang divonis atau dipastikan akan masuk surga atau neraka hanya berdasar dari penglihatannya saja? Atau hanya yang menerima atau menolak ajakan dakwahnya (penentuan seseorang masuk surga atau neraka)?
Ini perlu diingatkan bahwa yang menentukan seseorang masuk dalam surga atau neraka itu hanya Allah Ta’ala semata. Bahkan Rasulullah yang terkasih dan para malaikat yang begitu dekat dengan Allah saja mereka tidak bisa menentukan. Lalu kenapa seorang manusia yang memiliki banyak kekurangan justru dengan beraninya memvonis seseorang akan masuk surga atau neraka?
Mengenai hidayah saja (baca: tentang ajakan dakwah) Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam ditegur Allah Ta’ala, hanya karena beliau merasa sedih dengan meninggalnya paman beliau yang sekaligus sebagai pelindung beliau dalam dakwahnya; yakni Abu Thalib.
Ya, Abu Thalib -yang juga ayahnya Ali bin Abu Thalib- meninggal dalam keadaan masih mengikuti agama nenek moyangnya alias masih kafir.
Teguran itu berupa firman Allah Ta’ala:
إِنَّـكَ لَا تَـهْدِى مَنْ أَحْبَـبْـتَ وَلَـكِنَّ اللهَ يَـهْدِى مَنْ يَـشَـآءُ، وَهُـوَ أَعْـلَـمُ بِـالْمُـهْـتَـدِيْـنَ.
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk (hidayah) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. Qs. Al Qashsash 56.
Selain itu coba lihat kisah seorang pembunuh yang ingin bertaubat. Padahal si pembunuh ini telah membunuh puluhan orang dan hampir mendekati seratus orang.
Ketika dia datang kepada pendeta tentang keingiannya untuk bertaubat. Tapi ternayata justru oleh pendeta dikatakan bahwa Allah tidak akan mungkin mau menerima taubat seseorang yang telah membunuh puluhan dan bahkan hampir seratus orang seperti dirinya.
Begitu mendengar jawaban sang pendeta tadi justru si pembunuh itu semakin murka –karena dianggap tidak bisa diterima taubatnya- maka si pendeta itu pun dibunuh sekalian. Maka sempurnalah si pembunuh itu –telah- membunuh seratus orang (dengan pendeta sebagai korban terakhirnya).
Dan setelah membunuh pendeta itu si pembunuh tadi kemudian pergi ke tanah lapang lalu menangis tersedu-sedu karena takutnya dia terhadap siksa Allah kelak, sementara si pendeta yang ditanya justru tidak memberinya jalan keluar tetapi justru mengatakan bahwa perbuatannya tidak akan mungkin diampuni Allah disebabkan banyaknya manusia yang dibunuhnya.
Dan ternyata tangisannya itu semakin lama semakin mengecil suaranya. Dan akhirnya dia meninggal.
Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mengatakan bahwa sebenarnya si pembunuh itu ternyata masuk surga.
Dari sini dapat diketahui bahwa yang menentukan masuk surga dan neraka itu hanya Allah saja. Dan itu terbukti dengan si pembunuh yang telah membunuh seratus orang saja bisa masuk surga.
Tetapi ingat bahwa dengan adanya cerita dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam di atas bukan berarti bahwa Islam telah melegalkan pembunuhan. Juga semua perbuatan dosa besar lainnya.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
