Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal jamaah Bag.26

Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal jamaah Bag.26

Masih pada kaidah secara terperinci.

Ketujuh: wajib taat kepada pimpinan selama pimpinan masih melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar.

Pembahasan kali ini masih seputar ketaatan kepada pimpinan. Nah bila berbicara mengenai ketaatan pada pemimpin maka agak krusial.

Ya, setidaknya ada dua kelompok ekstrim yang seakan saling bertolak belakang mengenai ketaatan kepada pimpinan. Kelompok pertama mengatakan bahwa hukumnya wajib taat kepada pimpinan. Sedangkan kelompok kedua mengatakan tidak.

Anehnya keduanya sama-sama berpegang pada dalil yang sama, yaitu surat An Nisaa’ 59.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا.

Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, dan taatilah Rasul(Nya), dan ulil amri (pimpinan) di antara kamu. Kemudian jika terjadi berlainan (berselisih) pendapat di antara kamu tentang sesuatu, maka kembalikanlah dia (perselisihan) itu kepada Allah dan rasul-Nya (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Qs. An Nisaa’ 59.

Padahaal apabila dicermati ayat di atas maka dapat disimpulkan bahwa untuk Allah dan rasul-Nya ada kalimat أَطِيعُوا (taatilah), sementara di depan kalimat ulil amri (pimpinan) sama sekali tidak didapatkan kalimat أَطِيعُوا (taatilah).

Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal jamaah Bag.26

Itu maknanya bahwa yang benar-benar wajib ditaati adalah Allah dan rasul-Nya, sedangkan ulil amri (pimpinan) itu taatnya bersyarat.

Apa syaratnya?

Jawabnya; Selama pimpinan mengajak atau memerintahkan pada ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya.

Jadi apabila pimpinan mengajak atau memerintahkan untuk bermaksiat kepada Allah dan rasul-Nya maka haram hukumnya mentaati perintahnya. Kenapa demikian?

Sebab Allah dan rasul-Nya adalah ma’shum (terbebas dari salah dan dosa) sedangkan pimpinan maka statusnya sama dengan rakyatnya. Yaitu terkadang benar (sesuai dengan Allah dan rasul-Nya) dan terkadang salah atau khilaf.

Nah di saat salah dan khilaf ini tentunya sang pimpinan (bisa jadi) membuat sebuah kebijakan yang bertentangan dengan syariat, atau terjadi perselisihan antara pimpinan dengan rakyatnya.

Oleh karena ayat di atas telah memberi rambu-rambu (ketika pimpinan salah atau terjadi perselisihan antara pimpinan dan rakyatnya). Yaitu agar perselisihan itu segera diakhiri dengan cara mengembalikan semua urusan yang diperselisihkan itu kepada Allah (Al Qur’an) dan rasul-Nya (hadits/sunnah).

Subhanallah! Begitu indahnya Islam. Ya, begitu terjadi perselisihan antara pimpinan dan rakyatnya maka Allah segera memerintahkan agar segera duduk bersama antar keduanya (pimpinan dan rakyat) lalu membahas tentang yang diperselisihkan dengan mengembalikannya kepada Allah (Al Qur’an) dan rasul-Nya (sunnah).

Hal itu agar hubungan yang sedikit renggang bisa segera dicairkan.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button