Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal jamaah Bag.20

Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal jamaah Bag.20

Masih pada kaidah secara terperinci.

Kedua: menjauhi ahli bid’ah dan para munafik.

Dalam pepatah bahasa Indonesia dikatakan; Bemain air pasti basah, bermain api pasti (akan) terbakar.

Sementara Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sendiri pernah bersabda, “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi atau engkau bisa membeli minyuak wangi darinya, dan kalaupun tidak engkau akan tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (Percikan apinya) akan mengenai pakaianmu dan kalaupun tidak, engkau tetap akan mendapatkan bau asapnya yang tidak sedap”. Diriwayatkan Bukhari 5534, dan Muslim 2628.

Apabila melihat pepatah bahasa Indonesia, apalagi hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Maka seharusnya kaum muslimin menjauhi para ahli bid’ah dan orang-orang munafik. Sebab kedua kelompok ini sama-sama tidak memberi kepada Islam kecuali keburukan.

Ahli bid’ah misalnya. Kelompok kerjaannya hanya satu di antara perkara; jika tidak menambah-nambahi yang mengurangi. Walau lebih banyak menambah-nambahi dan bahkan lebih sering membuat perkara yang baru.

Dan apabila mau di-zoom, maka sebenarnya para ahli bid’ah ini adalah ‘korban’ dari ajaran non Islam. Seperti pada suatu kelompok agama memiliki ajaran tentang adalah reinkanasi. Yaitu suatu keyakinan dari agama lain yang beranggapan bahwa suatu saat ruh (atau arwah orang-orang yang meninggal) akan kembali ke rumah.

Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal jamaah Bag.20

Kemudian ajaran dari agama lain yang didapatkannya itu dimasukkan ke dalam agama Islam untuk dijadikan sebagai ritual. Hanya saja ‘di-Islamisasikan’. Sehingga bacaan-bacaannya berubah menjadi ‘bacaan-bacaan’ Islam. Yakni membaca ayat-ayat dari Al Qur’an.

Lihat saja dahulu ketika belum lama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam meninggal. Tahu-tahu ada sekelompok manusia yang masuk ke dalam masjid lalu duduk dengan membuat sebuah lingkaran dan ada seseorang yang duduk berada di tengah-tengah lingkaran itu.

Kemudian pimpinan kelompok yang ada di tengah memberi aba-aba sambil memindahkan batu-batu kecil untuk membaca tasbih, lalu tahlil, dan seterusnya.

Begitu melihat kejadian itu langsung muridnya Abdullah bin Mas’ud melaporkan kejadian itu kepada Abdullah bin Mas’ud. Lalu Abdullah bin Mas’ud segera datang ke masjid (didampingi muidnya tadi) seraya mengatakan agar membubarkan diri dan tidak lagi melakukan perbuatan seperti itu lagi. dan dikatakan bahwa baju-baju paa sahabat Rasulullah masih bagus dan masih dipakai (maksudnya para sahabat masih banyak yang hidup, maka apabila hendak beribadah sebaiknya bertanya kepada paa sahabat. Bukan dengan cara membuat suatu aturan atau tata cara sendiri).

Dan beberapa tahun kemudian, ketika terjadi fitnah khawarij, maka sang murid itu melihat bahwa orang-orang yang dahulu berkumpul di masjid sambil berdzikir yang kemudian diusir Abdullah bin Mas’ud itu berada pada kelompok khawarij. Na’udzubillah.

Adapun para munafik, maka inii juga jauh lebih berbahaya. Sebab mereka adalah kelompok yang suka memotong kain dalam lipatan. Atau yang suka memecah belah barisan umat. Sebab sebenarnya mereka itu benci terhadap Islam dan syariatnya.

وَإِذَ رَأَيْـتَـهُمْ تُـعْجِـبُكَ أَجَـسَامُـهُمْ، وَإِنْ يَـقُوْلُوْا تَسْـمْعْ لِـقَوْلَـهِمْ كَـأَنَّـهُمْ خُـشُـبٌ مُّـسَـنَّدَةٌ، يْحْـسَـبُوْنَ كُـلَّ صَيْحَـةٍ عَـلَيْهِمْ، هُـمُ الْـعَدُّ فَـاحْـذَرْهُـمْ، قَـاتَـلَ هُمُ اللهُ أَنَّى يُـؤْفَـكُوْنَ.

Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata, kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tesandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenanya), maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka . Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan dai kebenaran? Surat Al Munaafiqun 4.

Selain itu orang-orang munafik juga tukang nggembosi (menurunkan semangat).

Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Anshar): “janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah)”. Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dn bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami.

Mereka berkata: “Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah daripadanya”. Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui. Qs. Al Munaafikun 7-8.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button