Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah Bag.15
Masih pada kaidah secara terperinci.
f. Iman kepada takdir; baik yang baik maupun yang buruk.
Mungkin ini salah satu keimanan yang sangat berat bagi sebagian orang. Yaitu beriman kepada takdir; takdir yang baik maupun takdir yang buruk. Ya,takdir yang baik dan buruk.
Kebanyakan manusia maunya yang serba baik-baiknya. Giliran yang buruk, menurut orang, maka dia putus asa. Sebab memang itulah sifat manusia.
إِنَّ الْإنْـسَانَ خُـلِـقَ هَـلُوْعًـا. إِذَا مَسَّـهُ الشَّـرُّ جَزُوْعًـا.
Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat berkeluh kesah lagi kikir. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah. Qs. Al Ma’aarij 19-20.
Ingatlah bahwa Allah Ta’ala menciptakan segala sesuatu itu tidak ada yang sia-sia. Pasti di sana hikmah yang terkandung di dalamnya. Dan hanya orang-orang berimanlah yang akan mengetahui semua hikmah yang telah Allah ciptakan itu.
Maka bergembiralah orang-orang yang mampu mengambil hikmah dari semua yang telah Allah ciptakan itu, walau dirinya sedang terbaring (karena sakit) sekalipun. Sebagaimana firman Allah Ta’ala;
Maka bergembiralah orang-orang yang mampu mengambil hikmah dari semua yang telah Allah ciptakan itu, walau dirinya sedang terbaring (karena sakit) sekalipun. Sebagaimana firman Allah Ta’ala;
الَّـذِيْنَ يَـذْكُرُوْ نَ اللهَ قِـيَـامًا وَقُـعُوْدًا وَعَـلَى جُـنُوْ بِـهِمْ وَيَـتَـفَـكَّرُوْنَ فِى خَـلْقِ السَّـمَـاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّـنَـا مَا خَـلَـقْـتَ هَذا بَاطِلًا سُبْـحَـانَكَ فَـقِـنَـا عَـذَابَ النَّـارِ.
(Yaitu) orang-orang yang selalu mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dariapi neraka”. Qs. Ali Imran 191.
Seperti Allah menciptakan kehidupan dan kematian, misalnya. Maka sesungguhnya bukan sisa-sia Allah menciptakan kehidupan dan kematian. Sebab Allah jadikan kehidupan dan kematian itu sebagai alat uji bagi manusia.

الَّـذِى خَلَـقَ الْمَوْتَ وَالْـحَيَـاةَ لِيَـبْـلُوَكُمْ أَيُّـكُـمْ أَحْـسَنُ عَـمَلًا، وَهُوَ الْعَزِيْـزُ الْغَـفُوْرُ.
Yang menciptakan kehidupan dan kematian, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. Qs. Al Mulk 2.
Nah begitu juga halnya dengan takdir. Sesungguhnya Allah juga tahu mulai dari sebelum Allah menciptakan segala sesuatunya.
Sebenarnya masih banyak ayat-ayat Allah yang menerangkan mengenai takdir ini. Terutama pada masalah takdir yang buruk. Yakni yang hampir semua manusia selalu ingin menghidarinya.Maksudnya adalah bahwa sesuatu yang dianggap kebanyakan manusia itu sesuatu yang buruk atau yang memang tidak disukai. Seperti kekalahan, himpitan hidup, kekurangan fisik dan lain sebagainya.
Maka apabila manusia itu mengetahui bahwa hal itu adalah sebagai ujian maka tidak mustahil bila sesuatu yang dianggapnya buruk itu justru akan mengantarkan pada keta’ajuban Allah kepada hamba-nya tersebut. Hingga Allahpun akan berbangga dengan makhluknya. Dan, tentunya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-Nya.
Ayat berikut ini setidaknya bisa dijadikan sebagai bahan renungan;
وَكَـذَلِكَ جَعَـلْنَـالِكُـلِّ نَـبِـيٍّ عَـدُوًّا شَـيَـاطِيْنَ الإنْـسِ وَالْجِـنَّ يُوْحِى بَعْـضُهُـمْ إلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُـرُوْرًا، وَلَوْ شَـآءَ رَبُّـكَ مَا فَـعَـلُوْهُ فَـذَرْهُـمْ وَمَا يَـفْـتَرُوْنَ.
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang ada-adakan. Qs. Al An’aam 112.
Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu. Qs. Al An’aam 34.
Jadi pada dasarnya takdir yang baik dan buruk dari Allah itu sebenarnya hanya untuk menguji manusia, apakah mereka bersabar terhadap takdir itu atau tidak.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

