Pernak Pernik Ramadhan

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ.

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. Qs. Al Baqarah 183.

Insya Allah ayat sudah sering didengar. Terutama di saat bulan Ramadhan atau menjelang Ramadhan. Sebab hampir semua ustadz/ustadzah hampir bisa dipastikan membawa ayat ini saat jelang masuk bulang Ramadhan atau di awal-awal bulan Ramadhan.

Pernak Pernik Ramadhan

Tetapi di luar itu ternyata secara umum ada beberapa “problem” yang mungkin belum tersentuh di masyarakat kita. Atau justru sudah menjadi “tradisi” di bulan Ramadhan. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Ada yang puasa tetapi tidak shalat.

Bagaimana ini? Syaikh Utsaimin dalam buku beliau, 100 MIN AHKAAMISH SHALAT, beliau menyebutkan bahwa hal ini tidak boleh. Sebab antara shalat dan puasa itu sama-sama sesuatu yang diwajibkan Allah kepada para hambaNya yang beriman.

Itu artinya bahwa shalat dan puasa tetap harus dilaksanakan secara bersamaan. Tidak boleh hanya melaksanakan syariat yang satu dan meninggalkan syariat Allah yang lain.

2. Lebih mengutamakan shalat tarawih daripada shalat isya’.

Hal ini juga sering dijumpai di kalangan kaum muslimin. Yakni masjid-masjid atau mushalla-mushalla dipenuhi jamaah tarawih, tetapi ketika shalat sepi jamaah.

Walaupun ada yang beralasan bahwa mereka sibuk menyelesaikan ifthor dahulu. Apalagi jika kemudian di situ diadakan acara kumpul-kumpul dengan rekan-rekan atau relasi kerjanya.

Sebagai seorang muslim seharusnya dimunculkan jiwa ta’awun (bekerjasama) di atas kebaikan (menurut agama) dan larangan ta’awun di atas kemaksiatan dan dosa.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلا الْهَدْيَ وَلا الْقَلائِدَ وَلا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلا مِنْ رَبِّهِمْ وَرِضْوَانًا وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keridaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian (mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. Qs. Al Maaidah 2.

Nah agar tidak tertinggal shalat jamaah di masjid alangkah baiknya bila acaranya dipaskan saat waktu shalat. Jadi seandainya untuk maghrib maka sebaiknya pas mendengar suara adzan atau sudah masuk waktu ifthor sebaiknya cukup makan dan minum yang ringan-ringan saja. Baru seusai shalat bisa dilanjutkan dengan makan besarnya (nasi, pen.). begitu juga bila sudah memasuki waktu isya’.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet
Call Now Button