Pernak Pernik Ramadhan Bag.2

3. Tentang jin dan setan yang dibelenggu.

Mengenai jin dan setan yang dibelenggu selama bulan Ramadhan itu bukan berarti kita tidak mengimaninya. Melainkan ada yang perlu di ZOOM di sini.

Pernak Pernik Ramadhan

Yaitu kenapa Rasulullah mengatakan bahwa di bulan Ramadhan ini para jin dan setan dibelenggu tetapi kenyataannya kemaksiatan masih banyak dijumpai di sekitar kita?

Mungkin ada kaum muslimin yang terheran-heran dengan kondisi ini. Tetapi seandainya mau jujur, bisa jadi selama sebelas bulan sejak Ramadhan tahun sebelumnya hingga Ramadhan berikutnya jin dan setan telah mampu melakukan regenerasi dan pembinaan plus pengkaderan kepada makhluk yang bernama manusia.

Ya, manusia-manusia ini telah disiapkan jin dan setan untuk menjadi kadernya ketika jin dan setan dibelenggu selama di bulan Ramadhan.

Nah seharusnya umat Islam justru sadar bahwa Allah telah menurunkan Al Qur’an ini di bulan Ramadhan. Bulan penuh berkah dan bulan pengkaderan.

Jika jin dan setan mampu mengkader manusia selama sebelas bulan, lalu dilepas oleh mereka untuk berbuat kemaksiatan di bulan Ramadhan, sebagai ganti jin dan setan.

Tetapi Islam justru sanggup mengkader manusia untuk menjadi manusia yang taqwa cukup hanya memakan waktu sebulan saja! Yakni di bulan Ramadhan. Yaitu dengan syarat; penuh keimanan dan perhitungan (IMAANAN WAHTISAABAN).

Jadi mau pilih menjadi kadernya jin dan setan atau menjadi kadernya Islam? Semuanya tergantung dari diri kita masing-masing.

4. Ngabuburit

Kebiasaan ini pertama muncul dari Jawa Barat. Yaitu kebiasaan menghabiskan waktu sore dengan keluar rumah. Bahkan sampai nongkrong-nongkrong di suatu tempat yang dianggap nyaman, sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Tapi sayangnya persoalan ngabuburit ini justru sebenarnya merusak kesempatan emas yang seharusnya disadari bersama.

Kesempatan emas itu adalah berdoa saat menjelang masuk waktu maghrib. Sebab waktu menjelang masuk maghrib adalah salah satu waktu mustajab.

Maka alangkah lebih baiknya bila membuat acara tidak lagi bentrok dengan waktu-waktu mustajab.

5. Tubuh jadi lemas dan banyak tidur.

Sering sekali terdengar bahwa seseorang lemas ketika berpuasa. Benarkah demikian?

Bila melihat catatan dari ahli gizi dan nutrisi, Nofika Aisyah, setidaknya ada empat fase yang akan terjadi dari dampak puasa Ramadhan.

Fase pertama: terjadi pada hari ke-1 dan ke-2.

Kadar gula akan menurun. Sehingga membuat rasa lapar lebih intens pada fase ini. Denyut jantung dan tekanan darah menurun. Glikogen dari hati dan otot digunakan sehingga tubuh menjadi lemas.

Fase kedua: hari ke-3 sampai ke-7.

Tubuh mulai menggunakan lemak sebagai sumber energi. Sistem pencernaan beristirahat. Seluruh energi digunakan untuk pembersihan dan penyembuhan. Aktifitas sel darah putih dan sistem imun meningkat.

Fase ketiga: hari ke-8 sampai 15.

Efisiensi dalam detoksifikasi atau membuang racun dalam tubuh. Sehingga pada fase ini akan sangat memungkinkan tubuh untuk penyembuhan secara alami. Yang kemudian akan meningkatkan energi, pikiran lebih jernih dan lebih baik.

Fase keempat: hari ke16 sampai akhir bulan (ke-29/ke-30).

Pada fase terakhir ini, tubuh berhasil beradaptasi dengan keadaan puasa. Puasa juga mampu meningkatkan memori, konsentrasi dan keseimbangan emosi. Sebab ketika detoksifikasi selesai dan tubuh bekerja secara maksimal dalam poliferasi jaringan untuk mengganti jaringan yang rusak.

Nah, masihkah mau membatalkan puasa hanya karena pada hari-hari pertama lemas?

Ayo semangat untuk menjalankan ibadah puasa hingga akhir dengan selalu mengharap ridlo Allah.

Wallahu a’lam

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet
Call Now Button