Perjalanan Menjemput Ajal
Maut, atau juga sering disebut mati; adalah suatu kepastian. Ya, kematian itu pasti akan menghampiri setiap makhluk yang hidup. Baik jin, manusia, binatang, hewan, setan, para malaikat dan lainnya.
كُلُّ نَـفْسٍ ذَآئِـقَةُ الْمَوْتِ.
Tiap-tiap yang berjiwa (bernyawa) –pasti- akan merasakan mati. Qs. Ali Imran 185.
Hanya saja ada dari makhluk yang pernah hidup di dunia ini kelak pasti akan diminta pertanggung jawabannya tetapi juga ada yang tidak. Atau bahasa yang sering diungkapkan adalah DIHISAP. Terutama jin dan manusia.
Oleh karena itulah Allah sangat sering mengingatkan manusia (dan jin) agar selalu mengingat mati. Lalu juga diingatkan bahwa dunia ini hanyalah fana. Semuanya akan berakhir setelah dihisap.
يَـا قَوْمِ إِنَّـمَا هَذِهِ الْحَيَـاةُ الدُّنْـيَا مَتَـاعٌ وَإِنَّ الْآخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَاَرِ.
Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal. Qs. Al Mukmin 39.

Selain itu Allah juga mengingatkan tentang cobaan umat manusia, berupa anak dn harta benda.
وَاعْـلَمُوْا أَنَّـمَا أَمْوَالُكُـمْ وَأَوْلَادُكُـمْ فِتْـنَـةٌ وَ أَنَّ اللهَ عِنْـدَهُ أَجْرٌ عَظِيْـمٌ.
Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala paling besar. Qs. Al Anfaal 28.
Allah juga telah melarang manusia untuk berangan-angan pada apa yang telah Dia berikan kepada umat lain.
وَلَا تَـمُدَّنَّ عَيْـنَيْكَ إِلَى مَا مَـتَّـعْنَـا بِهِ أَزْوَاجًا مِّنْـهُـمْ زَهْرَةَ الْحَيَـاةِ الدُّنْـيَا لِنَـفْتِـنَهُ،مْ فِيْـهِ، وَرِزْقُ رَبِّـكَ خَيْرٌ وَّ أَبْـقَى.
Dan janganlah kamu tunjukkan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal. Qs. Thaahaa 131.
Ternyata tidak hanya tiga ayat di atas saja yang menyinggung bahwa sebenarnya dunia itu remeh. Melainkan juga masih banyak sekali ayat-ayat Allah yang menyatakan bahwa dunia itu memang remeh.
Tetapi ingat bahwa ayat-ayat di atas bukan berarti mengandung pesan tentang harusnya meninggalkan dunia. Sama sekali tidak! Melalinkan di sana sebenarnya terkandung makna bahwa dunia itu memnag nyata, tetapi pada dasarnya bahwa dunia itu melenakan.
Dan biasanya –secara umum- manusia bila sudah terlena maka manusia akan lupa dengan tujuannya yang sebenarnya. Seperti seseorang yang hanya membawa uang secukupnya untuk membeli beras, misalnya.
Namun ketika dia telah sampai di mall dia terkaget-kaget. Ternyata di mall itu hampir semua barang dagangannya sangat menarik hatinya.
Nah bila dia tidak menyadari tujuan awal dirinya keluar dari rumah untuk apa, maka tidak menutup kemungkinan uang yang hanya sekedar dibawawnya dari rumah –yang tujuan utamanya untuk membeli beras- akan habis untuk membeli barang-barang yang sebenarnya belum terlalu dibutuhkan diri dan keluarganya untuk waktu saat itu. Sementara beras yang direncanakan dari rumah justru tidak terbeli. Sebab uangnya telah habis untuk membeli barang-barang yang -saat itu- belum dibutuhkannya untuk jangka waktu tertentu. Kondangan dan shalat Id, misalnya. Padahal sebenarnya kebutuhan dasar dirinya saat itu adalah beli beras untuk dimasak. Tujuannya agar bisa bertahan hidup lebih lama.
Wallahu a’lamu bish shawaab.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
