Perjalanan Menjemput Ajal Bag.85

Agar husnul khatimah. –lanjutan 3-

c. Memandikan jenazah dan mengikuti prosesi pemakaman selanjutnya.

Tidak pernahkah berfikir ketika melihat mayat –apalagi mayat tersebut sebelumnya sudah dikenalinya-? Atau bahkan mayat yang semasa hidupnya dia orang/artis terkenal dengan kegantengannya atau kecantikannya atau ahli beladiri, misalnya. 

Lalu bandingkan dengan kondisinya saat ini. Kegantengan, kecantikan dan keahliannya dalam beladiri (atau keahlian lainnya) yang dulunya menjadi perhatian hingga menjadi rebutan banyak manusia. Sekarang dirinya mandi sendiri saja tidak sanggup. Jangankan mandi, membuka bajunya sendiri saja juga tidak sanggup!

Dahulu mungkin dirinya sok jual mahal.bahkan sombongnya (mungkin) selangit. Karena kelebihan yang dimilikinya. Pakaiannya yang dipakainya dari produk ayng serba mahal dan import. Belum lagi perhiasan yang menempel pada tubuhnya.

Orang sering mengibaratkannya seperti toko emas berjalan. 

taubat sebelum datang sakaratul maut

Tetapi saat ini (ketika dirinya sudah menjadi jenazah/mayat) maka tubuh yang ganteng/cantik, kekar dan ahli beladiri itu sama sekali tidak ada orang yang berani menyentuhnya kecuali beberapa orang saja. Itupun karena orang tersebut biasanya sudah terbiasa memandikan mayat. 

Padahal mayat itu sendiri terkadang macam-macam kondisinya. Hal itu nantinya juga akan mempengaruhi dalam pemandiannya si mayat. Ada yang baru saja meninggal lalu segera dimandikan. Mayat yang seperti ini tentu sangat mudah saat memandikannya. Sebab seluruh tubuhnya masih lemas. Berbeda dengan mayat yang sudah lama; seperti temuan mayat, misalnya. Tentu mayat yang semacam ini agak susah. Sebab seluruh tubuhnya sudah kaku. 

Maka cara memperlakukan pada mayat model seperti ini tentu tidak bisa disamakan dengan model mayat yang baru saja meninggal. 

Orang yang sudah meninggal lama tentu sekujur tubuhnya kaku. Maka harus diupayakan agar jenazah bisa terbujur seperti orang tidur dan tangan kanannya memegang tangan kirinya seperti orang sedang shalat.

Adapun cara membuatnya agar seperti orang tidur dengan tangan kanan memegang tangan kirinya seperti orang shalat itu tidak dengan cara memaksa dan tenaga ekstra. Sebab bisa patah tulangnya. Itu ada caranya. Jadi tidak sembarangan. Termasuk orang yang meninggal karena tenggelam atau bahkan meninggal karena kecelakaan hingga ada beberapa anggota tubuhnya yang terlepas dari badannya. Apalagi bila ada kasus mutilasi. Ini juga berbeda cara penangannya ketika memandikan dan mengkafaninya.

Oleh karenanya bila ada kesadaran untuk belajar ikut memandikan, mengkafani dan seterusnya, maka sesungguhnya hal itu akan memantik hati untuk selalu mengingat kematian. Apalagi bila mau membayangkan seandainya yang diurus itu adalah dirinya sendiri. 

Makhul Ad Dimasqa selalu berkata ketika dia melihat suatu pemakaman, “Pergilah (untuk melayat) karena kita semua akan mati. Ini adalah sebuah pelajaran berharga untuk kita. Ketidak sadaran yang cepat adalah (adalah keadaan kita di dunia ini), yang pertama dan terakhir dari kita akan pergi (mati) dan tidak membawa apapun (yang lepas dari rasa ketakutan”. 

Sementara Utsman selalu menangis saat menghadiri pemakaman dan berdiri di depan makam. Dikatakan kepadanya, “Saat engkau menyebutkan surga dan api neraka, kau tidak menangis. Namun ketika engkau berdiri di dekat kuburan kau menangis?”.

Utsman menjawab, “Aku mendengar Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Kubur adalah tahap pertama dari akhirat. Jika dia (si mayit) dijaga oleh Allah Ta’ala dengan aman darinya, (maka) yang akan datang berikutnya akan lebih mudah. Namun jika dia tidak terselamatkan darinya, maka tahap berikutnya akan menjadi mengerikan baginya”. Dikisahkan imam Ahmad dan Tirmidzi. Ibnu Majah dan Hakim berkata, “Hadits tersebut bisa dipercaya”. (Al Musnad 1/63).

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button