Agar husnul khatimah. –lanjutan 4-
d. Mengunjungi orang-orang shalih.
Tidak perlu ditanya lagi; untuk apa mengunjungi orang-orang. Atau apa manfaatnya berkunjung ke orang-orang shalih.
Jelas sekali bahwa berkunjung ke orang-orang shalih pasti akan mendapatkan manfaat yang banyak. Sebab orang shalih itu tidak pelit terhadap ilmu, apalagi cuma hanya sekedar makanan.
Selain itu berkunjung ke rumah orang-orang shalih itu (juga) akan melihat secara langsung amalan mereka dari ilmu yang dimilikinya lalu dipraktekkan di tengah-tengah masyarakat di sekitarnya.
Dan yang terpenting lagi adalah; bagaimana hubungan mereka dengan Allah Ta’ala, kecintaannya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan sikap mereka terhadap negeri akhirat. Itu yang terpenting!

Setidaknya mereka mampu mengamalkan ayat Allah Ta’ala:
وَاصْبِـرْ نَـفْسَـكَ مَعَ الَّذِيْـنَ يَـدْعُـوْنَ رَبَّـهُـمْ بِـالْغَـدَاةِ وَالْعَـشيِّ يُـرِيْـدُوْنَ وَجْـهَـهُ، وَلَا تَـعْدُ عَـيْنَـاكَ عَـنْهُـمْ تُـرِيْـدُ زِيْـنَـةَ الْحَـيَـاةِ الدُّنْـيَـا، وَلَا تُـطِعْ مَنْ أَغْـفَـلْنَـا قَـلْبَـهُ عَـنْ ذِكْـرِنَـا وَاتَّـبَـعَ هَوَىـهُ وَكَـانَ أَمْـرُهُ فُـرُطًا.
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridlaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keaadannya itu melewati batas”. Qs. Al Kahfi 28.
Hal yang membedakan bila berkunjung ke orang-orang shalih adalah bahwa bila datang ke mereka, mereka selalu membicarakan masalah akhirat; mulai dari kedatangan hingga kepulangan si pengunjung. Andaipun orang shalih itu membicarakan tentang dunia tentu masuk ke masalah hukum saja.
Misal; hukum masalah sesuatu dalam muamalah. Dan biasanya orang shalih itu akan lebih mengedepankan (walaupun membicarakan masalah hukum dalam bermuamalah) hukum muamalahnya ke arah akhirat.
Jadi bila ada seseorang yang berkunjung ke seseorang yang dianggap orang shalih lalu orang yang dianggap orang shalih itu hanya membicarakan tentang dunia, maka bisa dipastikan bahwa orang yang dianggap orang shalih tersebut bukanlah orang shalih yang sesungguhnya. Sebab bagaimana mungkin orang shalih masih membicarakan hal-hal keduniaan sementara para salaf dahulu selalu membicarakan akhirat.
Dikatakan kepada Al Hasan, “Wahai Abu Hasan, apakah yang akan kita lakukan?” akankah kita duduk bersama orang-orang yang meletakkan hati kita di mulut kita (tanpa rasa cemas)?”.
Al Hasan berkata, “Demi Allah. Lebih baik duduk dengan orang yang membuat hatimu cemas (sekarang), sehingga engkau akan merasa aman pada akhirnya (di hari Kiamat). Itu lebih baik daripada duduk dengan orang yang membuat kamu merasa aman (di dunia) hingga rasa takut datang kepadamu (di hari Kiamat)”.
Wallahu a’lamu bish shawaab wal hamdulillah, kajian tentang PERJALANAN MENJEMPUT AJAL telah usai.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
