Perjalanan Menjemput Ajal Bag.76

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.76

Su’ul kahtimah (akhir yang buruk).

2. Berkhayal panjang umur.

Ini adalah salah satu penyebab kesengsaraan manusia, apabila tidak bisa menggunakan umurnya yang panjang. Yaitu setan memperdayanya dengan dan membuat mereka berfikir bahwa mereka memiliki waktu yang cukup lama untuk hidup. Setan ‘menghipnotis’ mereka dengan menghabiskan waktunya dari waktu ke waktu hanya untuk meraih mimpi-mimpi indah mereka.

Dan dari mimpi-mimpinya inilah akhirnya justru mereka lupa usia. Sebab mereka selalu berasumsi bahwa panjang umurnya itu karena kiat-kiat yang yang selama ini mereka buat dan mereka kerjakan. 

Padahal dahulu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pernah bersabda:

عَنْ عَـبْدِ اللهِ بْنِ بُـسْرٍ رضي الله عنه أَنَّ أَعْـرِابِـيًّـا قَالَ: يَـا رَسُوْلَ اللهِ: مَنْ خَـيْرُ النَّـاسِ؟ قَالَ: مَنْ طَالَ عُـمْرُهُ وَحَـسُنَ عَـمَلُـهُ.

Dari Abdullah bin Busri radliyallahu ‘anhu (beliau meriwayatkan) bahwa ada seorang Arab Badui berkata kepda Rasulullah, “Wahai Rasulullah.  Siapakah sebaik-baik manusia?”. Beliau menjawab, “Siapa saja yang paling panjang umurnya dan baik amalnya”. Diriwayatkan Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahihut Targhiib wat Tarhiib no. 3363. 

berkhayal yang buruk

Pada hadits yang lain disebutkan, sabda Rasulullah, “Anak Adam (bila) semakin tua (maka) akan ada dua perkara semakin besar juga bersamanya; cinta harta dan panjang umur”. Diriwayatkan Bukhari no 5942, dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu.

Dalam hadits yang panjang diceritakan dari Thalhah bin Ubaidillah radliyallahu ‘anhu bahwa ada dua lelaki dari Qudha’ah datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan keduanya msuk Islam bersama-sama. Salah seorang dari keduanya ada yang lebih giat daripada yang satunya. Lalu orang yang sangat giat itu ikut berperang lalu mati syahid. Sedangkan yang lainnya hidup setahun setelahnya, lalu meninggal dunia.

Thalhah berkata, “Aku bermimpi, ketika aku sedang berada di pintu surga, aku melihat keduanya. Tiba-tiba ada seseorang keluar dari dalam surga, lalu mengizinkan orang yang mati terakhir dari keduanya (untuk masuk surga lebih dahulu, lalu orang itu masuk lagi). kemudian dia keluar lagi dari surga, lalu mengizinkan orang yang mai syahid (untuk masuk surga). Lalu dia menemuiku seraya berkata, “Kembalilah, karena sesungguhnya belum datang waktu(nya) untukmu”.

Besoknya Thalhah menceritakan kepad orang-orang dan mereka keheranan terhadapnya. Hal itu sampai terdengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, (lalu) mereka menyampaikan cerita itu kepada beliau. Maka beliau bersabda,”Dari sisi mana kalian heran?”.

Mereka menjawab, “Wahai Rasulullah. Orang yang satu ini lebih giat dari temannya, lalu dia mati syahid. Tetapi orang yang terakhir (matinya) itu masuk surga lebih dahulu”.

Maka Rasulullah balik bertanya, “Bukankah dia (orang yang terakgir mati itu) masih hidup setahun setelahnya?”.

Mereka menjawab, “Ya”.

Rasulullah kembali bertanya, “Dan (bukankah) dia telah menemui bulan Ramdhan, dan dia telah melakukan shalat sekian banyak sujud dalam setahun?”.

Mereka menjawab, “Ya”.

Rasulullah bersabda, “Jarak antara keduanya lebih jauh dari ajrak antara langit dan bumi”. Diriwayatkan Ibnu Hibban. Dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib, 3/314. No 3366, Maktabah Ma’arif, cet, 1 th 1421 H/2000 M. 

Jadi, masih ada kesempatan. Tetapi bila tidak digunakan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya, itu maknanya si manusia itu sendiri yang akan menyesal kelak.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button