Perjalanan Menjemput Ajal Bag.74

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.74

Ajal itu pasti, Husnul Khatmah itu pilihan. -5-

Kematian merupakan sesuatu yang dibenci. Atau setidaknya sesuatu yang sangat ditakuti. Entah dengan berbagai alasan; baik alasan yang berupa seloroh atau alasan yang benar-benar bagi orang tersebut yang sangat ketakutan; di antaranya belum siap dengan amal yang dimilikinya.

Hal yang sama juga dialami oleh para salafush shalih. Hanya saja yang ditakutkan oleh para salafush shalih adalah akhir hidup yang buruk; alias su’u; khatimah! 

Sahl At Tutsuri berkata, “Para shiddiqin (orang-orang yang jujur keimanannya) sangat takut terhadap su’ul khatimah (akhir hidup yang buruk) dalam setiap gerak dan setiap saat. Mereka digambarkan oleh Allah Ta’ala dalam Al Qur’an dengan; “Hati mereka penuh ketakutan”. 

Bayangkan, para salafush shalih saja merasa takut dengan kematian. Padahal mereka adalah orang-orang yang diteladani kaum muslimin. 

hakikat kematian

Kalau mereka menjadi teladannya kaum muslimin, kenapa mereka takut bila mendengar atau mengingat kematian?

Mereka takut itu bukan karena akan meninggalkan dunia yang fana ini melainkan mereka takut disebabkan amal atau bekal yang mereka persiapkan untuk akhiratnya; apakah sudah mencukupi atau belum?

Ini untuk instropeksi! 

Oleh karenanya; kekhawatiran terhadap su’ul khatimah ini harus selalu dihadirkan dihadapan manusia dalam setiap saat dan setiap kesempatan. Karena hal itu akan mendorong manusia untuk beramal (melakukan amal shalih).

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

مَنْ خَافَ أَدْلَـجَ وِمَنْ أَدْلَـجَ بَـلَغَ الْمَـنْـزِلَ، أَلَا إِنَّ سِـلْـعَةَ اللهِ غَـالِـيَةٌ، أَلَا إِنَّ سِـلْـعَةَ اللهِ الْجَـنَّـةُ.

“Barangsiapa yang takut (dan harus) berjalan di malam hari (yaitu mulai di awal waktu dan bekerja keras untuk menyelesaikan perjalanannya; itulah jalan menuju amal shalih. Barangsiapa berjalan di malam hari, maka akan mendapat rumah (surga). Ketahuilah (bahwa) dagangan Allah adalah mahal harganya. Ketahuilah (bahwa) dagangan Allah adalah surga”. Diriwayatkan Tirmidzi, no. 2452.

Ketika kematian seseorang menjadi sangat dekat dan dia sekarat, dia harus banyak berharap kepada Allah. Dia harus mengharap pertemuan dengan-Nya. Karena barangsiapa yang mencintai pertemuan dengan Allah Ta’ala, mencintai pertemuan dengan-Nya, maka dia mujur.

Tetapi sebagian besar kaum muslimin –yang bodoh-, yang bergantung pada rahmat Allah yang luas dn ampunan-Nya. Mereka tetap melakukan kedurhakaan dan tidak pernah sepi dari dosa. Sebaliknya, ilmu mereka tentang sifat Allah Ta’ala (seperti ampunan dan rahmat) mendorong mereka untuk melakukan dosa yang lebih besar lagi. hal ini merupakan kekeliruan yang merusak tentang sifat Allah Ta’ala. Karena Allah adalah Maha Pengasih, Maha Pemaaf, sekaligus juga paling keras dalam memberi adzab.

Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa sesungguhnya adzab-Ku adalah adzab yang sangat pedih. Qs. Al Hijr 49-50.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button