Perjalanan Menjemput Ajal Bag.72

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.72

Ajal itu pasti, Husnul Khatmah itu pilihan. -3-

Hadits di atas apabila direnungkan secara seksama tentu akan membuat dada ini sesak. Sebab masing-masing kita tidak tahu; apakah akhir hayat kita akan beramal pada amalan ahli surga ataukah neraka?

Sahl bin Sa’ad As Sa’di menceritakan bahwa selama peperangan, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menghadapi orang-orang musyrikin. Di antara pasukan muslim terdapat seorang lelaki pemberani yang mengikuti setiap orang musyrik yang sedang sendirian, kemudian dia memukulnya dengan pedang. Dikatakan padanya, “Wahai Rasulullah! Tidak yang berperang sehebat orang ini”.

Tetapi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menajwab, “Dia adalah penghuni neraka”.

Seorang sahabat bertanya, “Aku akan mengikuti dan menemaninya dalam setiap gerakan yang cepat ataupun lambat”.

niat

Ternyata, si pemberani itu terluka dan ingin mati saat itu juga. Lalu dia letakkan gagang pedang di tanah dan ujungnya berada di antara dadanya, kemudian dia bunuh diri.

Orang yang melihat kejadian itu kembali kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan berkata, “Saya menyaksikan bahwa engkau adalah Rasulullah”.

Nabi bertanya, “Apa maksudmu?”.

Orang itu kemudian menceritakan kejadian yang dia lihat secara keseluruhan. Nabi bersabda, “Ada lelaki yang beramal seperti amalan ahli surga, padahal dia adalah ahli neraka. Ada juga lelaki yang beramal dengan amalan ahli neraka, padahal dia adalah ahli surga”. Lihat di FATHUL BAARI, keterangan dari SHAHIH BUKHARI 7/538-4202, hal. 538. Edisi pertama Daar Ar Rayyaan 1988.

Dari hadits ini seharusnya setiap muslim harus selalu mewaspadai diri agar selalu sadar bahwa diri ini bisa saja suatu saat tergelincir dari kekufuran. Wal ‘iyaadzu billah.

Oleh karenanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sendiri juga telah mengajarkan umatnya agar selalu berdoa:

يَـا مُـقَـلَّبَ الْقُـلُوْبِ، ثَـبِّـتْ قَـلْبِـى عَـلَى دِيْـنِـكَ.

Wahai Dzat Yang Maha Membolak balikkan hati. Teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu”. Diriwayatkan Tirmidzi no. 3522 dan Ahmad, 6/315. 

Dari sini dapat disimpulkan bahwa agar Allah selalu meneguhkan hati setiap manusia maka manusia itu sendiri tetap harus menjaga niatnya. Yakni jangan sekali-kali niatnya terbelokkan dari niat yang baik. Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam:

إِنَّـمَـا الْأَعْـمَالُ بِالنِّـيَّـةِ وَإِنِّـمَا لِكُـلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang diniatkannya”. Diriwayatkan Bukhari dan Muslim.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button