Perjalanan Menjemput Ajal Bag.65
Selalulah ingat kematian.
Seseorang tidak akan pernah ingat mati apabila dia tidak pernah melakukan –setidaknya- beberapa hal berikut ini:
1. Ziarah kubur.
Rasulullah shalallahu ‘alaiihi wa salam bersabda:
زُوْرُوا الْقُـبُوْرَ فَـإِنَّـهَـا تُـذَكِّـرُكُـمُ الْآخِرَةَ
“Berzaiarahlah ke kuburan, karena sesungguhnya dia akan mengingatkan kalian pada kematian”. Diriwayatkan Ahmad dan Abu Daud serta dishahihkan Al Albani.
2. Mendatangi mayat yang hendak dimandikan dan melihatnya.
Sungguh bila ada kesempatan seperti ini hendaknya diluangkan. Sebab ini juga bisa mengingatkan diri tentang kematian. Bagaimana tidak?
Bila orang berakal dan sehat tentu dia tidak akan pernah dimandikan. Malu sekali tentunya. Tetapi karena dia sudah meninggal dan tidak bernyawa. Maka mandi saja dia tidak mampu sehingga harus dimandikan oleh orang lain.

3. Menyaksikan orang yang menuntun orang yang sedang sakaratul maut dan mentalqinnya dengan kalimat syahadatain.
Ini poin terpenting sebenarnya. Sebab sehebat apapun orangnya dia tetap harus dituntun agar mengucapkan kalimat syahadatain. Walau sehebat apapun dia. Sebagaimana dahulu pernah diceritakan bahwa ada seorang ulama yang sedang sakit. Lalu para muridnya menjenguknya.
Kemudian para murid yang menjenguk tersebut melihat jika guru dan ulama itu sedang dalam kondisi sakaratul maut. Maka ada salah seorang dari yang hadir diminta penjenguk lainnya agar mau mentalqinnya.
Tetapi karena orang yang sedang menghadapi sakaratul maut itu adalah seorang ulama maka penjenguk yang menjadi utusan untuk mentalqin itupun segan. Akhirnya sang utusan itu hanya membacakan sebuah hadits Rasulullah mengenai siapa saja yang di akhir hayatnya mengucapkan kalimat LAA ILAAHA ILLAAH.
Dan ternyata luar biasa; ulama tadi langsung menyambungnya hadits yang dibacakan utusan itu. Ini menandakan bahwa ulama tersebut husnul khatimah.
4. Mengiringi jenazah, menshalatkannya dan menghadiri pemakamannya.
5. Membaca Al Qur’an, terutama ayat-ayat yang berkenaan kematian dan sakaratul maut. Seperti firman Allah Ta’ala dalam surat Qaaf 19.
Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu
6. Memperhatikan uban dan penyakit, karena keduanya merupakan utusan dari malaikat maut (malaikat pencabut nyawa) kepada para hamba-Nya.
7. Memperhatikan hal-hal yang telah Allah Ta’ala sebutkan sebagai peringatan bagi hamba-hamba-Nya. misal; kematian dan kegoncangan (gempa bumi), banjir, bencana alam dan badai yang membinasakan.
8. Menelaah kejadian-kejadian yang telah terjadi pada umat manusia terdahulu dan golongan-golongan yang telah dibinasakan oleh kematian atau ditimpa bencana.
Wallahu a’lamu bish shawaab.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
