Perjalanan Menjemput Ajal Bag.58
Perjalanan menjemput ajal. #58#.
Kematian, seberat-berat ujian. – lanjutan 5 -.
Membayangkan ketika seseorang mau bertamu lalu tidak diizinkan pemilik rumah itu rasanya luar biasa; malu, marah, jengkel dan lainnya. Lalu bagaimana dengan kasus ini? Yakni ruh yang dibawa para malaikat lalu dibawa ke atas. Saat sampai di pintu langit dan meminta agar dibukakan pintu, tetapi tidak dibukakan. Betapa nestapanya hatinya. Berikut ini kelanjutan haditsnya yang panjang:
Ketika itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam membaca firman Allah Ta’ala:
إِنَّ الَّذِيْـنَ كَـذَّبُـوْا بِـآيَـاتِـنَـا وَاسْتَـكْبَـرُوْا عَـنْـهَا لَا تُـفَـتَّـحُ لَهُـمْ أَبْـوَابُ السَّمَـاءِ وَلَا يَدْخُلُوْنَ الْجَـنَّـةَ حَتَّـى يَـلِجَ الْجَـمَلُ فِى سَـمِّ الْخِـيَـاطِ، وَكَـذَالِكَ نَـجْـزِى الْمُـجْرِمِيْـنَ.
Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. Qs. Al A’raf 40.

Kemudian Allah berfirman, “Tulis catatan amal hamba-Ku di Sijjin, di bumi yang paling dasar (bawah)”.
Kemudian dikatakan, “Kembalikan hamba-Ku ke bumi, karena Aku telah menjanjikan bahwa dari bumi Aku kembalikan mereka dan dari bumi Kami bangkitkan mereka untuk kedua kalinya”.
Kemudian ruhnya dilempar hingga jatuh di jasadnya. Lalu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam membaca firman Allah Ta’ala:
وَمَن يُـشْرِكْ باللهِ فَـكَـأَنَّـمَـا خَرَّ مِنَ السَّمَـاءِ فَـتَخْـطَفُـهُ الطَّيْـرُ أَوْ تَـهْوِى بِـهِ الرِّيْـحُ فِى مَـكَانٍ سَـحِيْـقٍ.
Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah dia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke teempat yang jauh. Qs. Al Hajj 31.
Kemudian ruhnya dikembalikan ke jasadnya, sehingga dia mendengar suara sandal orang mengiringi jenazahnya ketika pulang meninggalkan kuburan. Lalu datanglah dua malaikat, gertakannya keras.
Merekapun menggertak si (mayit) kafir dan mendudukkannya. Mereka bertanya, “Siapakah Rabbmu?”.
Si (mayit) kafir menjawab, “Ha,, ha,, saya tidak tahu”.
Kedua malaikat itu melanjutkan pertanyaannya lagi, “Apa agamamu?”.
Si (mayit) kafir kembali menjawab, “Ha,, ha,, saya tidak tahu”.
“Siapakah orang yang diutus di tengah kalian?”, tanya dua malaikat itu lagi.
Si (nayit) kafir tidak kuasa menyebut namanya. Lalu dua malaikat itu menggertak, “Namanya Muhammad!”.
Kemudian si (mayit) kafir itu berkata, “Ha ,,, ha ,,, saya tidak tahu. Saya hanya mendengar orang-orang bilang seperti itu”.
Lalu dua malaikat itupun kembali menggertak si (mayit) kafir lagi, “Kamu tidak tahu dan tidak mau tahu”.
Tiba-tiba ada suara dari atas, “Hamba-Ku dusta! Bentangkan neraka untuknya, bukakan pintu neraka untuknya!”.
Na’udzubillah. Mungkin dahulunya sewaktu di dunia dirinya sangat terhormat. Tetapi karena di akhir hayatnya dia masih dalam keadaan kafir maka ketika para pengantar jenazahnya sudah pergi, dia langsung mendapatkan siksa kubur.
Wallahu a’lamu bish shawaab.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
