Perjalanan Menjemput Ajal Bag.46

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.46

Dunia akan sirna.

Tentang dunia akan sirna ini sudah banyak sekali manusia dari berbagai agama yang mengupasnya. Walau begitu tetap saja berbeda sudut pandangnya dengan Islam tentunya. Tetapi ada saja dari mereka (non Islam) yang dari tokoh agamanya yang mengajak kepada para pengikutnya untuk melakukan suatu tindakan yang sesungguhnya membahayakan diri mereka sendiri. Yakni bunuh diri! Na’udzubillah!

Padahal yang dimaksud dalam Islam berkaitan dengan dunia ayng akan sirna adalah bahwa agar para kaum (pengikutnya dari kaum muslimin) untuk lebih waspada terhadap tipu daya dunia ini. Lalu lebih mempersiapkan untuk kehidupan yang lebih panjang dan abadi, akhirat.

Salahs atunya adalah nasehat Ali bin Abu Thalib ini dalam sebuah khutbahnya, katanya, “Dunia telah berlalu, telah pula menyerukan perpisahan. Sedangkan akhirat menjelang dan menyerukan untuk berjumpa. Mempersiapkan arena balapan sekarang, padahal balapannya besok. Yang diperebutkan adalah surga dan garis akhirnya adalah kematian. Hari-hari anda berjalan lamban, sedang dari belakangmu ajal datang mendesak. Maka bila pada hari-hari yang masih berjalan pelan ini ada orang yang beramal, sebelum ajalnya tiba, akan membawa manfaat baginya dan angan-angannya tidak begitu membahayakan. Tapi yang pada hari-hari itu tidak beramal, sebelum ajalnya tiba, maka angannya akan membahayakan dirinya dan amalnya menyebabkan dirinya sengsara”. 

dunia akan sirna

Yahya bin Mu’adz menjelaskan keadaan manusia di dunia ini dan bagaimana setelahnya. Katanya, “Kita tidak tahu apa angan-angan kita dari dunia, kita juga tidak mempersembahkan amalan-amalan kita untuk akhirat, dan di hari Kiamat kelak kita tidak tahu bagaimana keadaan kita”. 

Sekarang ini –bisa saja- seseorang mendapatkan kenikmatan dari berbagai penjuru, -kenikmatan itu- mendatanginya dari segala pintu. Tapi ingatlah bahwa kenikmatan itu harus diketahui dari mana datangnya kenikmatan tersebut.

Salman bin Dinar berkata, “Karunia Allah Ta’ala saat menjauhkan dunia dari diriku lebih besar daripada kenikmatan saat Dia memberikan dunia ini kepadaku. Karena banyak orang yang diberi dunia dan mereka pun binasa”. 

Sementara itu Dzun-Nun Al Mashri berkata, “Penyakit tubuh menjelma dalam sakit dan penyakit hati adalah dosa. Makanan yang lezat tidak dapat memberi manfaat ketika tubuh sakit. Demikian halnya, hati tidak akan dapat merasakan manisnya ibadah bila hati dipenuhi dosa”.

Sungguh dua perkataan ulama di atas seharusnya menjadi cambuk bagi setiap kaum muslimin. Ternyata mereka sangat mementingkan dan memperhatikan masalah hati bukan dunia. Sebab hatilah yang membuat seseorang bisa istiqamah atau justru tergelincir ke dalam neraka jahannam. Na’udzubillah.

أَلَا وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَـحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّـهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّـهُ. أَلَا وَهِيَ الْقَـلْبُ.

Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika dia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika dia rusak maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa dia adalah hati (jantung)”. Diriwayatkan Bukhari no. 52 dan mUslim no. 1599.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button