Perjalanan Menjemput Ajal Bag.42

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.42

Dari satu alam ke alam yang lain. Lanjutan

Mengenai kefanaan dunia ini sebenarnya seluruh kaum muslimin sudah mengetahuinya. Tetapi telinga-telinga ini terkadang selalu ‘mendengar’ adanya suara-suara yang melenakan. 

Bukankah semua sudah tahu bahwa bersedekah, infak dan zakat; semua itu kelak akan dikembalikan kepada orang-orang yang telah mengeluarkan hartanya? Bukankah bulu-bulu dari kulit qurban itu kelak akan dihitung? Bukankah berlapar-lapar di siang hari di bulan Ramadhan itu kelak akan Allah ganti dengan sebuah kesenangan di akhirat?

Ya, semuanya tahu. Tetapi kenyataanya banyak orang yang menggenggam hartanya, enggan berqurban, enggap berpuasa di bulan Ramadhan, dan sebagainya. 

dunia yang fana

Adalah Bilal bin Sa’ad yang mengatakan, “Wahai orang-orang yang bertaqwa, sesungguhnya kalian tidak diciptakan untuk kefanaan. Tapi kalian hanya berpindah dari satu alam ke alam lain, sebagaimana kalian dipindahkan dari tulang rusuk ke dalam rahim. Dari rahim ke dunia, dari dunia ke alam kubur, dari alam kubur ke persinggahan, dari persinggahan kepada keabadian; di surga ataupun neraka”.

Apabila manusia mengamati dengan pengamatan secara seksama maka sebenarnya diri ini sedang menuju perjalanan pasti yang berakhir pada kematian (walaupun mungkin masih saja ada orang-orang yang setiap tahunnya selalu mengadakan perayaan hari kelahirannaya). Seperti dengan munculnya uban di rambut; meski ada sebagian yang mencoba mengeliminirnya dengan berbagai obar/herbal agar ubannya tertunda tumbuhnya, atau bahkan ada yang menyemirnya. 

Bila hal ini terjadi sungguh kasihan karena pada prinsipnya dia telah ‘tersihir’ dengan pesonanya dunia yang fana. 

Abu Bakar Al Maruzy berkata, “Aku mengunjungi Ahmad bin Hambal di suatu pagi dan berkata kepadanya, “Bagaimana kabarmu?”. Beliau menjawab, “Bagaimana bila bila seseorang –yang Allah Ta’ala mengharuskannya untuk beribadah kepada-Nya; yang nabi-Nya mengharuskan mengikuti sunnah-sunnahnya, dua malaikat mengharuskannya memperbaiki amalnya, hawa nafsunya mengharuskan dirinya untuk mengikuti keinginannya; dan setan mengharuskannya melakukan kemaksiatan, malaikat maut mengharuskannya menyerahkan hidupnya dan anaknya meminta dicukupkan kebutuhannya?”.

Begitulah dunia. Semuanya saling menuntut untuk dipenuhi. Dan si manusia itu sendirilah yang kemudian menentukan; apakah dirinya mau mengikuti semua yang dunia tuntut atau dirinya memenuhi tuntutan Allah. 

Fudhail bin ‘Iyadh berkata, “Sungguh mengherankan; sudah mengetahui Allah Ta’ala, malah mendurhakai-Nya”.

Ada orang bertanya kepada Hatim Al Asham, “Atas dasar apa anda melakukan tawakkal?”. Hatim menjawab, “Atas empat hal; aku tahu bahwa rezekiku tidak akan dimakan orang lain, maka tenteramlah jiwaku. Aku tahu bahwa amalku tidak akan dilakukan orang lain, maka aku pun disibukkannya. Aku tahu bahwa kematian akan datang dengan tiba-tiba, maka segera aku menyiapkannya. Aku tahu bahwa diriku tidak akan lepas dari pantauan Allah Ta’ala, maka aku merasa malu kepada-Nya”.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button