Perjalanan Menjemput Ajal Bag.38
Hanya tiga hari.
Apabila mau mencermati kemudian meringkas maka sesungguhnya hidup manusia itu hanya terbagi menjadi tiga hari saja. Walaupun ada orang-orang yang Allah kasih panjang umur hingga usianya melebihi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, 63 tahun. Bahkan ada yang sampai seratus tahun lebih. Atau bahkan sebaliknya, hanya beberapa hari saja hidup di dunia atau bahkan hanya beberapa menit saja.
Adapun tiga hari dari ringkasan hidup manusia itu adalah; kemarin, hari ini dan esok.
Kemarin; bisa saja hari yang benar-benar kemarin ini atau mungkin malah kemarin kemarin dahulu semasa diri ini sudah berada di atas muka bumi.
Ya, yang pasti hari-hari kemarin itu ada hari-hari yang sama sekali tidak bisa diulang waktunya. Walaupun hari ini mungkin ada sekelompok orang yang mampu bisa membuat robot ataupun benda-benda lainnya yang dianggapnya seperti manusia. Tetapi ingatlah bahwa robot-robot yang diciptakannya itupun tidak mampu untuk menyeret hari-hari kemarin untuk bisa kembali diulang.

Hari ini; ya hari ini adalah hari yang saat ini manusia sedang bergerak ataupun sedang melakukan aktifitas. Tergantung persoalannya; apakah aktifitas yang ma’ruf ataukah aktifitas yang mungkar.
Yang pasti untuk hari ini seharusnya secara sadar diri ini apabila hendak melakukan suatu amalan harus sesuai dengan yang dikehendaki Allah, agar tidak terkena murka-Nya.
Dan untuk yang hari ini, tentunya bila sudah menyadari maka sungguh suatu keberuntungan. Sebab dirinya pasti akan melakukan suatu kebaikan. Namun bila dirinya mengetahui bahwa dirinya telah emlakukan suatu kesalahan maka pasti dirinya akan segera bertaubat.
Esok; adalah waktu yang belum pasti. Lho, kenapa?
Siapa yang berani menjamin jika esok hari diri ini masih bisa menghirup udara segar alias masih hidup?
Nah bila sudah menyadari bahwa kehidupan ini hanya terdiri dari tiga hari saja maka sepatutnya seseorang harus mawas diri untuk mempersiapkan hari di mana saat itu tidak ada yang bisa menolong dirinya sendiri apalagi menolong sesamanya.
Hasan Al Basri rahimahullah berkata, “Lebih berhati-hatilah terhadap masalah-masalah dunia yang menyibukkan, sebab dunia memang punya banyak kesibukan. Tak seorangpun membukakan pintu kesibukan untuk dirinya kecuali pintu itu sendiri yang hampir-hampir membukakan sepuluh pintu kesibukan lagi untuknya”.
Ali bin Abi Thalib radliyallahu ‘anhu menulis untuk Abdullah bin Abbas radliyallahu ‘anhu, “Manusia merasa sedih kehilangan apa yang tidak pernah dia dapatkan dan merasa gembira atas apa yang tidak pernah dia lewatkan. Maka bergembiralah terhadap apa yang kamu peroleh dari keuntungan akhirat dan merasa sedihlah terhadap apa yang kamu lewatkan darinya. Jangan berasa bahagia atas perolehan duniamu dan perhatikanlah kehidupanmu setelah mati”.
Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. Qs. Al Hasyr 18-19.
Wallahu a’lamu bish shawaab.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
