Perjalanan Menjemput Ajal Bag.15
Hari ini sering ditemukan suatu acara yang seharusnya justru menjadi bahan renungan. Yakni acara ulang tahun. Baik ulang tahun untuk pribadi ataupun ulang tahun suatu kelompok/organisasi. Padahal justru seharusnya terbalik, yakni dia/kelompoknya melakukan renungan; apa yang sudah dipersiapkan bagi diri (apalagi organisasi) untuk akhiratnya.
كُـلُّ نَـفْسٍ ذآئِـقَةُ الْمَوْتِ وَنَـبْلُو كُـمْ بِالشَّـرِّ وَالْخَـيْرِ فِتْـنَـةً وَإِلَـيْنَـا تُـرْجَعُوْنَ.
Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan kematian. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepda Kami-lah kamu dikembalikan. Qs. Al Anbiyaa’ 35.
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan kematian. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. Qs. Al Ankabuut 57.
Dan Allah sekali-kali tidak akan menagguhkan (kematian seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Qs. Al Munafiquun 11.

Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sessat pun dan tidak dapat (pula) memanjukannya. Qs. Al A’raaf 34.
قُـل لَّا أَمْـلِكُ لِـنَفْسِى ضَرًّا وَّلَا نَـفْعًـا إِلَّا مَا شَـآءَ اللهُ، لِـكُـلِّ أُمَّـةٍ أَجَـلٌ، إِذَا جَـآءَ أَجَـلُهُـمْ فَلَا يَسْـتْئْـخِرُوْنَ سَـاعُـةً وَلَا يَسْـتَـقْدِمُوْنَ.
Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikendaki Allah”. Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan(nya). Qs. Yunus 49.
Dan Allah sekali-kali tidak akan menagguhkan (kematian seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Qs. Al Munafiquun 11.
Sudah jelas sekali bukan? Jadi seharusnya setiap individu menyadari bahwa seluruh manusia itu setiap harinya mereka sedang ebrjalan menuju kematian. Itu maknanya bahwa ketika pas tepat pada hari kelahirannya (pada tanggal dan bulannya yang sama dengan hari kelahirannya) maka seharusnya tidak dirayakan dengan acara hura-hura. Melainkan harus dijadikan sebagai bahan renungan; apakah semakin tua diri ini ketaqwaannya semakin meningkat ataukah justru semakin menurun? Apakah dengan meningkatnya usia ini ketaatannya kepada Allah semakin meningkat ataukah semakin menurun?
Sebab seandainya Allah memberi seseorang usia hanya sampai usia enam puluh tiga (63) –seperti usia nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam- sementara saat itu usianya sudah menginjak empat puluh (40) tahun, misalnya. Itu maknanya bahwa hidupnya tinggal dua puluh tiga (23) tahun lagi. pertanyaannya;
Sudah sejauh mana kesiapan dirinya untuk menghadapi kematian? Atau sudah sejauh mana kesiapan dirinya untuk hidup di alam keabadian?
Bila sudah bisa merenungkan seperti ini tentu ketika jatuh hari kelahirannya tentu tidak akan mau melakukan mau melakukan sesuatu yang sifatnya hura-hura. Apalagi pesta yang sifatnya justru merusak akal, pikiran dan menyesatkan.
Al Hasan berkata, “Wahai anak Adam, ketahuilah hari itu bila telah berlalu berarti telah mengurangi umur anda”.
Di lain waktu Hasan Basri mengatakan tentang para salaf, “Aku bersumpah atas nama Allah Ta’ala, Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, aku hidup di tengah-tengah manusia (maksudnya para sahabat, pen), yang begi mereka kehidupan dunia lebih hina daripada tanah tempat dia berpijak”.
Sementara Fudhail bin ‘Iyadh menjabarkan hakekat hari dan menceritakan perjalanannya, “Sesungguhnya kemarin adalah kerja, hari ini berbuat dan besok aalah harapan”.
Wallahu a’lamu bish shawaab.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
