Perjalanan Menjemput Ajal Bag.12

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.12

Ada ungkapan yang sangat populer di tengah masyarakat, yakni; manusia hidup di dunia ini sifatnya seperti seorang musafir yang datang dari jauh. Lalu karena kecapekan maka dia berteduh di bawah pohon rindang. Yang tentunya sangat nyaman. Sebab selain rindang pasti akan menghembuskan angis sepoi-sepoi basah yang membikin semakin nikmat berada di bawah pohon rindang tersebut.

Oleh karenanya dunia itu tidak boleh disepelekan, tetapi juga ridak boleh terlalu mendalami hingga masuk ke dalam hati dan jiwanya. 

Seorang masafir pasti tahu bahwa berteduh di bawah pohon itu sifatnya hanya sementara. Ya, setelah hilang rasa lelahnya maka dia akan meneruskan perjalanannya menuju akhirat. 

Bila hari ini mungkin bisa diilustrasikan para pengemudi mobil yang lewat jalan tol. Karena terlalu jauh dan panjangnya perjalanan yang ditempuh maka di jalan tol itu selalu ada himbauan agar segera berhenti di titik rest area. 

dunia tempat berteduh layaknya musafir

Lalu di sana ada banyak sekali fasilitas untuk para pengguna jalan tol yang mau singgah istirahat di rest area tersebut. Mulai dari tersedianya BBM, masjid, toilet gratis, warung-warung makanan dan minuman. Juga tersedia lahan luas untuk memarkirkan mobil (baik mobil kecil maupun besar). 

Walaupun di rest area tersebut sama sekali tidak ada himbauan tentang agar para pengunjung rest area untuk menghemat keuangan para pengunjung sendiri. Atau bahkan pihak penyedia rest area pun tidak menanyakan kepada setiap pengunjung; apakah para pengunjung membawa dana (uang) atau tidak. 

Yang penting pihak penyedia rest area itu sudah menyediakan segala kebutuhan. Lalu jika kemudian si penggunakan jalan tol masuk ke rest area dan belanja semua ayang ada di sana, kemudian kehabisan dananya (baik cash maupun ATMnya) hingga tidak bisa membeli BBM di sana. Ya jangan disalahkan pihak penyedia rest area.

Atau sebaliknya; bila si pengguna jalan tol itu masuk ke rest area kemudian tidur –karena kecapekan- hingga berjam-jam. Kemudian setelah bangun dirinya sadar bahwa dirinya terlalu lama tidurnya hingga kemungkinan akan terlambat sampai tujuan. Hal itu juga pihak penyedia rest area tidak bisa disalahkan. 

Ya, itulah gambaran dunia. Dia hanya bersifat seperti rest area. Siapa yang datang ke rest area tidak ada yang melarang. Tetapi bila di rest area itu orang yang datang ke sana menyadari bahwa dirinya datang ke sana hanya sekedar untuk istirahat lalu akan segera meneruskan kembali perjalanan safarnya. Maka dia pasti akan beruntung. Sebab dia akan menggunakan dana, tenaga/energi dan segalanya sesuai dengan keperluannya saja.

Dan yang terpenting adalah dirinya sudah bisa menghitung/kalkulasi terhadap bekal dirinya; kira-kira cukupkah ‘dana’nya sampai ke tujuan akhir? 

Abdullah bin Mubarak mengatakan, “Wahai manusia, siapkanlah dirimu untuk akhirat. Taatilah Allah sesuai kadar keperluanmu kepada-Nya dan marahlah kepada-Nya sesuai tingkat kemampuanmu untuk bersabar menghuni neraka”.

Sedangkan Fuhdail bin Iyadh mengatakan tentang orang beriman di dunia, “Perhatian utamanya hanya pada persiapan bekal sebanyak yang dia bisa kumpulkan, yang akan menguntungkannya saat dia kembali pulang (ke akhirat). Dia tidak akan bersaing dengan penduduk negeri (dunia). Karena dia adalah orang asing –meski menjadi orang yang terhormat. Dia juga tidak akan bersedih, jika dianggap sebagai orang yang hina”. 

Oleh karena itu hendaklah menyadari bahwa dunia itu hanya sebagai tempat istirahat, bukan tujuan hidup.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button