Perjalanan Kematian Bag.22
Peristiwa yang mengerikan dalam kubur.
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Hani’ maulanya Utsman bin ‘Affan radliyallahu ‘anhu berkata, “Bahwa Utsman bin ‘Affan radliyallahu ‘anhu apabila berhenti di pekuburan selalu menangis, hingga air matanya membasahi jenggotnya.

Lalu ada seseorang yang berkata kepada Utsman, “Ketika mengingat surga dan neraka kamu tidak menangis. Tetapi ketika kamu teringat akan pekuburan kamu (bisa) menangis”.
Kemudian Utsman bin “Affan radliyallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya saya pernah mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Pekuburan (alam barzah) adalah tempat permulaan untuk di alam akhirat. Maka apabila dia berhasil (menjawab semua pertanyaan dari para malaikat penanya dalam kubur) di sana (alam barzah) maka dia akan mendapatkan segala kemudahan setelahnya. Tetapi apabila tidak berhasil (dalam menjawab semua pertanyaan para malaikat) maka dia akan mengalami kerasnya siksaan setelahnya”.
Lalu Utsman mengatakan lagi, “Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda; Saya tidak melihat suatu pemanangan yang sangat mengerikan kecuali siksaan dalam kubur”. Diriwayatkan Tirmidzi.
Yang dimaksud dengan berhasil menjawab segala pertanyaan dari para malaikat penanya di atas adalah bahwa kelak di alam kubur yang menjawab bukan mulut yang seperti saat masih hidup di dunia ini. Melainkan imanlah yang akan menjawab semua pertanyaan dari malaikat Munkar dan Nakir.
Sebab saat itu ruh/nyawanya sedang dibawa malaikat ke atas langit. Hanya saja bila ruh/nyawanya orang-orang kafir hanya sampai di langit saja lalu disuruh dikembalikan ke bumi (liang lahat). Sedangkan ruh/nyawanya orang-orang mukminlah yang kelak akan dibawa ke hadapan Allah untuk dilaporkan kepada Allah Ta’ala.
Dari sana terlihat bahwa hanya iman dan amal shalihlah yang kelak akan menentukan seseorang bisa menjawab pertanyaan dari malaikat Munkar dan Nakir atau tidak. Dan saat itu mulut benar-benar terkunci sedangkan yang berbicara adalah tangan sedangkan kaki yang akan bersaksi.
الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (65) وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَى أَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَأَنَّى يُبْصِرُونَ.
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. Qs. Yasiin 65.
Selain itu tidak ada yang namanya mayit (dengan kematian tertentu) tidak diterima ruh/nyawanya. Melainkan hanya ruh/nyawanya orang-orang kafir saja yang Allah tidak mau melihatnya. Sehingga ruh/nyawanya ketika sampai di langit; para malaikat pembawa ruh/nyawa disuruhnya agar segera dikembalikan ke jasadnya yang sudah masukkan ke dalam liang lahat hingga nanti akan diproses oleh malaikat Munkar dan Nakir.
Jadi bukan tidak diterima melainkan kelak akan dikembalikan (diganjar) sesuai dengan kekafirannya (neraka). Begitu juga sebaliknya bagi orang-orang mukmin.
Setelah menempuh perjalanan ruhani dari ruh/nyawa pada masing-masing diri dari setiap manusia dan setelah melalui serangkaian proses ujian dari para malaikat (Munkar dan Nakir). Nah saat itulah kemudian ada doa –pengharapan- yang berbeda dari orang-orang mukmin dan orang-rang kafir.
Bagi orang-orang mukmin berharap agar Kiamat disegerakan. Hal itu disebabkan setelah sukses dalam melalui proses tanya jawab dengan malaikat Munkar dan Nakir. Sehingga mereka mendapatkan ganjaran berupa kenikmatan di alam kubur.
Hal itu berbeda dengan orang-orang kafir. Mereka justru berdoa agar Kiamatnya ditunda. Sebab mereka gagal dalam menjalani proses tanya jawab dengan malaikat Munkar dan Nakir. Sehingga mereka mendapatkan siksa kubur yang berkepanjangan.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Lanjutan: Perjalanan Kematian Bag.23
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

