Perjalanan Kematian Bag.2
Alam Barzah
Sebagaimana yang sudah difahami bersama bahwa alam barzah itu akan bermula ketika si mayit sudah dimasukkan ke dalam liang lahat. Lalu setelah jasad dikuburkan dan para pelayat sudah meninggalkan pekuburannya, hingga yang terakhir dari si pelayat tersebut.

Nah ketika si pengantar jenazah yang terakhir melangkahkan kakinya yang ketujuh langkahnya itulah kemudian si mayit akan bangkit.
Hanya saja kebangkitannya ini posisinya sudah berubah alam. Ya, si mayit sudah masuk ke dalam alam barzah. Yaitu alam yang tidak lagi membutuhkan oksigen untuk menghirup udara segar serta untuk pernafasannya.
Di alam ini si mayit akan sendirian. Sedangkan posisi di situ, walaupun ketika para peziarah melihat saat itu bahwa si mayit dimasukkan ke dalam lubang yang amat sangat sempit.
Tetapi ketika semua peziarah meninggalkannya maka ketika si mayit bangkit, saat itu juga berubah. Yakni posisi yang tadi terlihat sempit menurut penglihatan para peziarah tetapi ketika si mayit bangkit, maka posisinya berubah, tidak sempit lagi.
Tapi ingat bahwa ini hanya bisa dirasakan oleh si mayit saja. Jadi seandainya ada suatu kasus bahwa si mayit meninggalnya dianggap tidak wajar. Lalu kuburannya dibongkar guna mengetahui penyebab kematiannya. Maka hal itu tidak akan bisa dilihat oleh manusia-manusia yang masih hidup.
Jadi seandainya terjadi pembongkaran terhadap si mayit untuk diautopsi maka yang terlihat ya kondisi mayit yang tergeletak di tempat yang super sempit. Dan bahkan kondisi anggota badannya pun akan terlihat rusak.
Tetapi sekali lagi bahwa kalaupun proses autopsi tetap berjalan dan mungkin anggota tubuh si mayit ada yang disayat atau entah diapakan oleh tim forensik –umpamanya- maka tetap saja bahwa penglihatan orang-orang yang masih hidup ya seperti itu.
Yakni kondisi tubuh si mayit sudah mulai rusak dimakan bumi. Akan tetapi untuk si mayit sendiri dia tidak merasakan suatu apapun terhadap tubuhnya yang mungkin ‘diacak-acak’.
Sebab si mayit sudah berada di alam lain, yakni alam barzah.
Adapun (alam) barzah sendiri menurut pemahaman dalam bahasa Arab bermakna pemisah, penghalang, sekat atau barikade. Yakni pemisah antara dua wilayah.
وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا
Dan Dia jadikan antara keduanya dinding,,,. Qs. Al Furqaan 53.
Maksudnya bahwa barzah menurut syari’at bermakna suatu alam yang akan diperoleh (dari hasil perbuatan) dari si mayit menuju kepada alam kebangkitan kelak. Sebagaimana firman Allah Ta’ala;
وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ
Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan. Qs. Al Mukminun 100.
Mujahid berkata, “Makna بَرْزَخٌ (dinding) pada ayat di atas bermakna antara kematian dan hari kebangkitan”. Jadi, alam barzah itu berbeda dengan alam akhirat.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Lanjutan: Perjalanan Kematian Bag.3
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

