Perjalanan Kematian Bag.11
Sakaratul maut.
Setiap manusia ketika ajalnya sudah dekat maka pasti akan mengalami sakaratul maut. Firman Allah Ta’ala;
وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيدُ.
Dan datanglah sakaratulmaut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya. Qs. Qaaf 19.
Kenapa disebut sakaratul maut? Ternyata sakaratul maut (setidaknya) bermakna kesulitan dan tekanan.

Ya, sebab pada saat sakaratul maut para malaikat sudah duduk di atas si calon mayit itu. Ketika semuanya sudah siap maka datanglah malaikat maut, juga di atas kepalanya. Nah saat itu malaikat maut mencabut ruh/nyawanya.
Padahal sebelumnya seseorang itu disebut hidup karena ada dua unsur yang menyatu; ruh/nyawa dengan jasad (bentuk tubuh yang sempurna). Hal itu ibarat api dengan rasa panas, es dengan rasa dingin, rasa sakit saat tubuh terluka dengan lukanya itu sendiri. Semuanya tidak bisa dipisahkan.
Semua orang pasti tidak mengatakan api jika ada api lalu ketika disentuh tangannya tidak merasakan panas. Atau dan semua orang pasti akan mengatakan bahwa luka baru yang mengalir darahnya itu pasti sakit rasanya –walaupun orang yang terluka mungkin masih sanggup menahannya-. Tetapi tetap saja bahwa luka baru yang masih mengalirkan darah itu pasti sakit.
Sama halnya dengan jasad manusia; dia akan disebut hidup ketika kedua unsur itu masih bersatu; ruh/nyawa dan jasad yang berbentuk manusia.
Maka ketika kedua unsur itu dipisahkan ternyata sakitnya luar biasa. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pernah menggambarkan bahwa ketika ruh/nyawa dicabut rasanya seperti tubuh yang ditusuk-tusuk (ada yang mengatakan disabet) sebanyak 70 kali tusukan (sabetan) pedang.
Bahkan dalam riwayat disebutkan ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam hendak dicabut nyawanya beliau menyuruh agar menyiapkan bejana yang berisi air yang penuh isinya.
Setelah tersaji tangan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam lalu mempersilahkan malaikat maut mencabut nyawanya.
Nah saat dicabut itulah tangannya Rasulullah bergetar hebat hingga air yang ada dalam bejana itu tersisa sedikit airnya. Sedangkan bibir Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam terlihat merasakan sakitnya saat raga dipisah dari ruh/nyawa.
Karenanya saat itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam memohon kepada Allah agar rasa sakit saat dipisahkan raga dengan nyawa umatnya biar ditanggung beliau saja. Sebab beliau tidak tega dengan rasa sakit yang luar biasa itu juga akan menimpa kepada umatnya.
Sebagai bukti cintanya beliau kepada umatnya maka beliau memohon kepada Allah agar rasa sakitnya itu ditumpahkan semuanya kepada beliau. Agar umatnya kelak tidak lagi merasakan sakit yang luar biasa saat berpisahnya ruh/nyawa dari raga/jasad.
Wal hasil permohonan permohonannya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam Allah kabulkan, yakni hanya bagi orang-orang mukmin saja. Adapun bagi orang-orang kafir dan pendosa maka hal itu tidak.
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ قَالَ أُوحِيَ إِلَيَّ وَلَمْ يُوحَ إِلَيْهِ شَيْءٌ وَمَنْ قَالَ سَأُنزلُ مِثْلَ مَا أَنزلَ اللَّهُ وَلَوْ تَرَى إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ آيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ.
Dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: “Telah diwahyukan kepada saya”, padahal tidak ada diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan orang yang berkata: “Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah”. Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. Qs. Al An’aam 93.
Jika sudah demikian alasan apa lagi manusia tidak mau beriman? Maukah tersiksa tersiksa saat sakaratul maut? Wallahul musta’aan.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Lanjutan: Perjalanan Kematian Bag.12
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

